Cerita Jokowi Bisa Tunggangi Kuda KPK

Ray Jordan - detikNews
Senin, 14 Mei 2018 13:21 WIB
Foto: Kuda Sandalwood yang diserahkan Jokowi ke KPK (Niken-detikcom)
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) bicara soal kuda yang diberikan padanya saat berkunjung ke Sumba, Nusa Tenggara Timur. Pemberian kuda tersebut dia laporkan ke KPK namun disimpan di Istana Bogor, Jawa Barat.

Jokowi mengatakan diberi hadiah dua ekor kuda jenis Sandalwood saat berkunjung ke Sumba, NTT, 25 Juli 2017 lalu. Kuda itu kemudian dia laporkan ke KPK karena bisa dianggap sebagai gratifikasi.

"Ada yang memberi tahu saya, 'Pak pemberian kuda itu gratifikaai lho'. Saya laporkan ke KPK meskipun kuda itu (tidak) masuk gratifikasi. Saya laporkan ke KPK masuk gratifikasi," kata Jokowi dalam acara Rakornas Pemerintahan Desa di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Senin (14/5/2018).


Setelah diserahkan ke KPK, kata Jokowi, kebingungan terjadi. KPK bingung hendak menyimpan kuda tersebut. "Terus ya sudah saya berikan ke KPK. Tapi ternyata KPK nggak punya kandang kuda. Bingung lagi KPK," katanya.

Namun, lanjut Jokowi, KPK akhirnya memutuskan untuk menyimpan kuda tersebut di Istana Kepresidenan Bogor. Sebab di sana ada kandang kuda.

"Ya sudah biar di Istana saja, Pak, tapi ini miliknya KPK. Ya udah nggak apa apa. saya juga nggak pingin saya miliki juga. Saya taruh di Istana juga. Jadi kuda itu sekarang ada di Istana Bogor tapi miliknya KPK," kata Jokowi.


Meski demikian, Jokowi mengatakan dirinya tetap bisa menunggangi kuda tersebut, meski merupakan titipan KPK.

"Yang nunggang tiap hari saya. Tidak memiliki tapi bisa menunggangi saya," kata Jokowi tertawa kecil.

(idh/idh)