DetikNews
Minggu 13 Mei 2018, 16:32 WIB

Jelang Pilgub Jabar

Survei CSIS: Elektabilitas Deddy-Dedi 41,4%, RK-Uu 33,5%

Parastiti Kharisma Putri - detikNews
Survei CSIS: Elektabilitas Deddy-Dedi 41,4%, RK-Uu 33,5% Debat Cagub Jabar, Foto: Mukhlis Dinillah
Jakarta -

Centre for Strategic and International Studies (CSIS) melakukan survei elektabilitas cagub Jawa Barat. Seperti apa hasilnya?

Berdasarkan rilis yang dikirim CSIS, Minggu (13/5/2018), elektabilitas tertinggi diraih pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi dengan 41,4%. Berikut hasil lengkap elektabilitas cagub-cawagub Jabar saat ini, berdasarkan survei CSIS:

Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi : 41,4%
Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum : 33,5%
Sudrajat-Akhmad Saikhu: 6,9%
TB Hasanuddin-Anton Charlian 2,4%
Tidak tahu/tidak menjawab: 15,8%

Sementara itu tingkat popularitas dan kesukaan para cagub/cawagub Jabar sebagai berikut:

Deddy Mizwar: popularitas 90%, kesukaan 71,2%
Ridwan Kamil: Popularitas 77,1%, kesukaan 73,4%
Dedi Mulyadi: Popularitas 51, ,5%, kesukaan: 60,4%
Akhmad Saikhu: Popularitas 26,0%, kesukaan: 51,0%
Uu Ruzhanul Ulum: Popularitas 25,3%, kesukaan 53,3%
Sudrajat: Popularitas 20,2%, kesukaan: 45,1%
TB Hasanuddin: Popularitas (18,9%), kesukaan (40,3%)
Anton Charlian: Popularitas (17,9%), kesukaan (39,8%)

Populasi survei adalah Warga Jawa Barat yang telah mempunyai hak pilih dalam Pemilu atau telah berusia 17 tahun ke atas ketika survei dilakukan yang sepenuhnya dipilih menggunakan metode acak . Jumlah sample awal survei sebesar 1.000 orang tersebar secara proporsional di seluruh kabupaten/kota di Jawa Barat. Setelah dilakukan validasi dan kendali mutu terhadap data, data yang valid untuk dianalisis berjumlah 956 sample.

Dengan menggunakan 956 sample, margin of error (MoE) survei ini adalah sebesar +/- 3.17% pada tingkat kepercayaan 95%. Penarikan sample dilakukan secara acak menggunakan metode penarikan secara multistage random sampling. Penarikan sample mempertimbangkan jumlah sample dengan jumlah pemilih di setiap kabupaten/kota. Pengumpulan data dilakukan pada 16 - 30 April 2018 melalui wawancara tatap muka menggunakan kuesioner oleh pewawancara (enumerator) yang terlebih dahulu telah mengikuti sesi pelatihan

"Quality control dilakukan secara acak dengan melakukan spotcheck kepada 20% responden dan 60% melalui verifikasi melalui telpon/hp . Dana penelitian sepenuhnya dibiayai oleh dana internal CSIS . CSIS adalah anggota aktif dari Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (PERSEPI) dan pelaksanaan survei sudah mendapatkan izin dari Kesbangpol Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri)," demikian penjelasan CSIS.


(van/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed