DetikNews
Jumat 11 Mei 2018, 23:10 WIB

Bertemu Pangeran Bahrain, Jokowi Bahas Tarung MMA dan Investasi

Ray Jordan - detikNews
Bertemu Pangeran Bahrain, Jokowi Bahas Tarung MMA dan Investasi Presiden Jokowi bertemu Pangeran Bahrain Shaikh Khalid bin Hamad Al Khalifa di Istana Kepresidenan Bogor. (Foto: dok Biro Pers Setpres)
Bogor - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima kunjungan kehormatan Pangeran Bahrain Shaikh Khalid bin Hamad Al Khalifa di Istana Kepresidenan Bogor, Jumat (11/5/2018). Dalam pertemuan itu, keduanya sempat membahas turnamen bela diri Mixed Martial Arts (MMA), yang akan diselenggarakan di Indonesia.

Pada awal sambutannya, Jokowi menyampaikan rasa senang atas pertemuan tersebut. Jokowi mengatakan Bahrain merupakan negara sahabat yang penting bagi Indonesia.

(Baca Juga: Federasi MMA Indonesia Berharap Brave Rutin Diadakan)

"Saya senang Bahrain telah menugaskan duta besarnya yang pertama bagi Indonesia. Keberadaan Duta Besar Bahrain akan semakin mempererat kerja sama kedua negara," ujar Jokowi, seperti yang disampaikan Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin, Jumat (11/5).

Adapun tujuan utama kedatangan Pangeran Khalid adalah menyelenggarakan event bela diri MMA bertajuk 'Brave 12', yang akan diselenggarakan pada Sabtu, 12 Mei 2018, di Jakarta. Jokowi pun mendoakan acara tersebut berjalan dengan sukses.

"Semoga acara ini berjalan sukses. Dan saya harap pergelaran olahraga internasional seperti ini dapat kembali dilakukan di Indonesia di masa mendatang," katanya.

Dalam kesempatan ini, Jokowi juga membahas kerja sama ekonomi Indonesia-Bahrain. Jokowi mengatakan dirinya gembira melihat perkembangan kerja sama perdagangan dan pariwisata kedua negara.

"Tahun 2017 ini perdagangan Indonesia-Bahrain meningkat 103,45 persen mencapai USD 206,3 juta. Jumlah wisatawan Bahrain ke Indonesia juga meningkat 6,04 persen mencapai 2.281 orang. Ini harus terus ditingkatkan. Potensinya masih sangat besar," kata Jokowi.

Jokowi juga berharap Bahrain dapat meningkatkan investasi di Indonesia, terutama pada bidang energi, mineral, dan bidang-bidang potensial lainnya.

"Kita harus sama-sama dorong forum investasi kedua negara guna menjajagi peluang investasi," katanya.

Jokowi juga menyampaikan terima kasih atas undangan Raja Bahrain dan mengatakan akan mempertimbangkan undangan tersebut dengan serius. Pada Juli 2017, lanjut Presiden, ia juga pernah menyampaikan undangan kepada Raja Hamad bin Isa Al Khalifa untuk berkunjung ke Indonesia.

"Saya dan masyarakat Indonesia masih menantikan kedatangan Sri Baginda Raja," kata mantan Gubernur DKI Jakarta ini.
(jor/dkp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed