DetikNews
Senin 07 Mei 2018, 17:40 WIB

Jalan Licin, Begini Sulitnya ke Lokasi 6 Hektare Ganja di Aceh

Agus Setyadi - detikNews
Jalan Licin, Begini Sulitnya ke Lokasi 6 Hektare Ganja di Aceh Foto: Ladang ganja di Aceh dimusnahkan (agus/detikcom)
Aceh - BNN memusnahkan ladang ganja yang ditanam di ladang seluas enam hektare. Akses menuju ke lokasi licin dan butuh waktu jalan kaki sekitar dua jam.

Pemusnahan ladang ganja di pegunungan Indrapuri, Aceh Besar, Aceh, pada Senin (7/5/2018) melibatkan petugas BNN Pusat, BNNP Aceh, polisi dan TNI. Untuk menuju ke lokasi dari Banda Aceh, harus menggunakan kendaraan roda empat dengan waktu tempuh sekitar dua jam.

Setelah mobil parkir dititik persinggahan, perjalanan kemudian dilanjutkan dengan jalan kaki dan melewati jalan setapak. Perjalanan ke lokasi dilakukan dengan hati-hati. Sedikit kurang cermat, langsung jatuh. Jalanan yang licin usai diguyur hujan itu menjadi tantangan bagi petugas BNN.

Beberapa kali petugas harus melambatkan langkah agar tidak terperosok ke bawah. Usai jalan kaki dua jam, petugas gabungan tiba di lokasi. Mereka kemudian berpencar dan mencabut batang-batang ganja yang tumbuh dengan ketinggian 1,5 hingga dua meter.

Ketika asyik mencabut pohon ganja, tiba-tiba hujan mengguyur. Beberapa petugas mengenakan mantel dan sebagian mencari tempat berlindung di bawah pohon. Saat hendak mencari tempat berlindung dan berjalan di lereng, sejumlah petugas berjatuhan karena tanah menjadi sangat licin.

Usai hujan reda, mereka kembali ambil posisi untuk mencabut dan memotong tanaman ganja. Setelah itu, dikumpulkan pada satu tempat untuk dibakar. Api dan asap hitam seketika membumbung tinggi.

"Pelaku menanam ganja ini di tempat-tempat yang susah dijangkau. Ini tingkat kesulitan yang kita temui. Medannya diguyur hujan untuk sampai ke lokasi. Kita butuh waktu dua jam untuk naik. Ini permasalahan-permasalahan kenapa sulit untuk diberantas," kata Kasubdit Narkotika Alami Direktorat Narkotika BNN Kombes Anggoro Sukartono di lokasi, Senin (7/5/2018).

Menurutnya, pelaku sengaja memilih lokasi jauh agar tidak mudah dideteksi oleh masyarakat. Untuk penemuan lokasi ladang ganja hari ini sendiri berdasarkan koordinat yang diperoleh via satelit.

"Hari ini kita temukan ladang ganja ketiga di tiga koordinat dari lima koordinat yang kita dapat dari lembaga riset dan penerbangan nasional. Dari 5 titik yang benar terdapat (ladang ganja) adalah tiga titik. Satu titik di Lamteuba, dua di Indrapuri," jelas Anggoro.

Luas ladang ganja yang ditemukan pihaknya sekitar enam hektare. Beberapa waktu lalu, pihaknya sudah pernah memusnahkan satu titik namun yang dimusnahkan hari ini merupakan lokasi baru.

"Dari hitungan kita dari 6 hektare kita dapatkan 30 ton ganja basah. Kalau kering bisa dikurangi kadar air," jelas Anggoro.
(asp/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed