Bikin Balsam Bawang, 2 Mahasiswi Unhas Sabet Juara di Malaysia

Ibnu Munsir - detikNews
Senin, 30 Apr 2018 14:14 WIB
Dua mahasiswi FK Unhas menyabet gelar juara di Malaysia. (ibnu/detikcom)
Makassar - Dua mahasiswi FK Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar menorehkan prestasi dalam Asia Innovation Show 2018 di Penang, Malaysia, pekan lalu. Mahasiswi Ummu Aiman dan Husnul Khatimah ini meraih medali perak, yang diselenggarakan oleh Universitas Teknologi Mara Malaysia itu.

Dalam lomba ini, keduanya mempresentasikan hasil risetnya berupa balsam yang dapat mengobati nyeri sendi atau artritis. Hasil inovasi ini dibuat Ummu bersama temannya dari limbah kulit bawang merah yang telah diteliti secara ilmiah di Unhas.

Menurut Ummu, inovasi ini didapatkan saat ibunya menderita nyeri sendi pada 2017. Ia sebagai mahasiswa FK berpikir membuat obat dari karya sendiri. Dibantu rekannya, Ummu kemudian mencari referensi di jurnal Internasional dan menemukan tulisan bahwa tumbuhan berwarna ungu banyak mengandung zat antiinflamasi. Inilah yang membuat Ummu melakukan penelitian mendalam.

"Ini ide dari ibu yang menderita nyeri sendi (artritis). Kemudian baca-baca jurnal internasional ternyata tumbuhan warna ungu itu banyak mengandung zat antiinflamasi itulah mendorong untuk melakukan penelitian," kata Ummu melalui sambungan WhatsApp, Senin (30/4/2018).

Lebih lanjut, Ummu menjelaskan bawang merah banyak digunakan masyarakat Makassar untuk diolah dan dijadikan bahan campuran makanan. Tapi kulitnya dibuang begitu saja.

"Jadi saat itu berpikir bawang merah. Kemudian di Makassar sering digunakan bawang merah, tapi kulitnya dibuang. Jadi kita mau uji di kulitnya dan ternyata berefek," jelasnya.

Terkait dengan uji klinik balsam dari kulit bawang merah tersebut, Ummu menjelaskan masih akan ada uji lanjutan yang akan dilakukan. Namun secara ilmiah sudah terbukti.

"Tikus itu struktur tubuhnya mirip manusia. Jadi dipakai ke tikus dulu karena tidak boleh ke manusia langsung, masih perlu uji lanjutan. Tapi secara ilmiah sudah terbukti kalau penelitian eksperimen kita tidak langsung uji ke manusia, harus melalui hewan. Tapi saya sudah gunakan sendiri," paparnya.

Balsam dari kulit bawang merah ini akan diupayakan dibuatkan hak paten. Ummu Aiman menyatakan kebahagiaannya bisa mengikuti kompetisi internasional tersebut, di mana dia bisa sharing ilmu dan pengalaman dengan inovator-inovator dari negara lain. Apalagi dia berkompetisi dengan para doktor dan profesor, sehingga mendapatkan pengalaman yang menarik.

"Saya sangat senang bisa membawa pulang medali untuk Unhas dan mengharumkan nama Indonesia di Internasional," terangnya.

Melalui pencapaiannya, mahasiswa angkatan 2015 ini berharap generasi muda Indonesia, khususnya mahasiswa Unhas, bisa termotivasi membuat karya dan inovasi untuk kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara.

"Kami harap generasi muda saat ini bisa berprestasi, melahirkan inovasi baru, dan membawa harum nama kampus dan daerahnya," paparnya.
Bikin Balsem Bawang, 2 Mahasiswi Unhas Ini Sabet Juara di MalaysiaDua mahasiswi FK Unhas menyabet gelar juara di Malaysia. (ibnu/detikcom)

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unhas, Abdul Rasyid Jalil, mengatakan, dalam ajang ini, utusan mahasiswa Unhas mendapat undangan khusus dari Universitas Teknologi Mara, setelah mereka menyabet medali emas di kompetisi yang hampir sama di Bangkok, Thailand, pada awal Februari 2018.

"Mahasiswa Unhas itu prestasinya sudah sampai ke level internasional. Apalagi ini mereka masih S1 tapi sudah mengungguli doktor dan profesor. Jadi mereka buat balsam dari limbah bawang hasil ini mereka presentasikan di ajang Asia Innovation Show 2018 di Penang, Malaysia," jelas Abdul Rasyid.

Kegiatan ini diikuti 154 peserta yang mayoritas berpendidikan doktor dan bertitel profesor dari berbagai negara, khususnya kawasan ASEAN. Sedangkan tim Unhas sendiri masih merupakan mahasiswa S1. (asp/asp)