detikNews
Kamis 26 April 2018, 11:49 WIB

Pasar Baru dan Kota Tua Diusulkan Jadi 'Harajuku Muslim'

Andhika Prasetia - detikNews
Pasar Baru dan Kota Tua Diusulkan Jadi Harajuku Muslim Salah satu sudut Kota Tua Jakarta (Arief/detikcom)
Jakarta - Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) menargetkan dibuatnya distrik busana muslim. Pemerintah berencana mencari lokasi di Pasar Baru atau Kota Tua Jakarta. Usulan KEIN disampaikan kepada Presiden Jokowi.

"Tadi juga disepakati, kita akan membuat muslim fashion district, kita akan cari tempatnya. Ada beberapa usul, salah satunya di Pasar Baru atau Kota Tua. Itu diharapkan Harajuku-nya untuk busana muslim," ujar anggota KEIN/Ketua Kelompok Kerja Industri Kreatif Irfan Wahid setelah bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (26/4/2018).



Sebagaimana diketahui, Harajuku adalah satu kawasan di Distrik Shibuya, Tokyo, yang terkenal karena menjadi 'panggung' anak-anak muda yang gandrung berpakaian atraktif khas budaya populer Jepang. Bila disetujui Jokowi, Pasar Baru atau Kota Tua bisa menjadi 'Harajuku muslim' yang menarik banyak orang.

Pasar Baru dan Kota Tua Diusulkan Jadi 'Harajuku Muslim'KEIN dan para desainer di Istana Kepresidenan Bogor (Andhika P/detikcom)


"Jadi akan menjadi pusat turis, itu gimana caranya. Karena kita ini terkenal lima besar pengguna. Tapi dari sisi pelaku, 10 besar nggak masuk," tambah Irfan.



Sementara itu, desainer Ali Charisma ingin Indonesia dikenal sebagai pusat mode busana muslim. Ia berharap pelaku usaha dari luar datang ke dalam negeri untuk mengembangkan merek industri busana muslim di Indonesia.

"Jadi dengan mengusung, kita tidak membawa pelaku usaha ke luar negeri, tapi kita membawa penguasa internasional ke dalam negeri. Itu jauh lebih efisien dan lebih bermanfaat bagi pelaku bisnis mode biaya dan branding promosi Indonesia sebagai pusat mode muslim Indonesia," tutur Ali.



Ali mengatakan Jokowi merespons positif hal tersebut. Ia bersama desainer hingga pengusaha busana muslim akan mengadopsi tren fashion dua musim.

"Presiden sangat positif dan akan segera dilaksanakan, kami akan menjalankan. Insyaallah akan mengikuti gaya bisnis internasional ada dua musim. Kita mengundang buyer (pembeli) dan media. Nanti ada dua musim, yaitu summer dan winter," bebernya.
(dkp/dnu)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed