DetikNews
Selasa 17 April 2018, 15:20 WIB

Jokowi Vs Prabowo, Siapa Bisa Rebut Suara Milenial?

Erwin Dariyanto - detikNews
Jokowi Vs Prabowo, Siapa Bisa Rebut Suara Milenial? Infografis: Kiagoos Auliansyah/detikcom
Jakarta - Jumlah pemilih milenial di Pemilihan Umum 2019 diperkirakan cukup besar dan sangat menentukan kemenangan partai ataupun calon presiden dan wakil presiden. Pangi Syarwi Chaniago, Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, mengatakan jumlah pemilih milenial, yang berusia 19-38 tahun, mencapai 45 persen dari jumlah pemilih nasional.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut, pada 2019, ada 196,5 juta calon pemilih. Jadi diperkirakan jumlah pemilih milenial mencapai sekitar 88 juta orang. "Angka yang cukup menggiurkan," kata Pangi saat berbincang dengan detikcom, Selasa (17/4/2018).



Wajar jika kemudian partai politik, termasuk Jokowi dan Prabowo, yang akan maju di Pilpres 2019, berusaha merebut hati kalangan milenial. Jokowi mulai masuk pada hobi yang disukai komunitas tertentu. Misalnya dengan cara berpakaian, gaya bahasa, bermusik, hingga touring menggunakan motor chopper.

Menurut Pangi, dibanding Prabowo, Jokowi lebih diterima kalangan milenial. Soal jumlah pasti yang akan memilih Jokowi di pilpres nanti tentu harus disurvei terlebih dahulu. "Jokowi yang paling bisa terkoneksi, masuk ke dunia generasi milenial, terkesan alamiah tanpa 'dibedakin'," paparnya.



Generasi milenial, kata Pangi, tak pernah mau pusing dan bertanya soal prestasi atau kinerja presiden. Maka, ketika Presiden Jokowi masuk pada komunitas mereka, seperti mengendarai motor chooper serta memakai sepatu Sneakers, kaus oblong, dan olahraga tinju, generasi milenial yang saat ini banyak mengidolakan Dilan--tokoh utama dalam film 'Dilan 1990'--akan merasa senang.

"Jokowi masuk dalam tiga hal yang disenangi milenial, yaitu musik atau film, olahraga, dan teknologi IT," ujar Pangi.

Director Centre for Presidential Studies, Departemen Ilmu Komunikasi, UGM, Nyarwi Ahmad mengatakan generasi milenial dan postmillennial umumnya familiar dengan dunia digital. Mereka sangat aktif dalam berbagai platform media sosial.



Generasi ini, lanjut Nyarwi, memiliki bahasa-bahasa khas yang sering kali lebih menonjolkan aspek emosional daripada rasional. "Mereka lebih tertarik dengan elemen-elemen yang menjadi ciri khas atau keunikan figur tertentu daripada apa yang diomongkan oleh figur tersebut," kata Pangi.
(erd/jat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed