DetikNews
Selasa 10 April 2018, 18:43 WIB

Kisah Alpin, Bocah SD yang Naik KRL dari Parung Panjang ke Tn Abang

Niken Purnamasari - detikNews
Kisah Alpin, Bocah SD yang Naik KRL dari Parung Panjang  ke Tn Abang Alpin, Bocah SD yang Naik KRL Sendiri dari Parung ke Tn Abang. Foto: dok. Caroline Ferry
Jakarta - Alpin, pelajar sekolah dasar (SD) ini butuh perjuangan untuk pergi ke sekolah. Setiap harinya, Alpin harus menempuh jarak jauh dari Parung Panjang ke Tanah Abang menggunakan KRL Commuter Line. Alpin tak diantar oleh kedua orangtuanya dan hanya sendirian.

Kisah Alpin itu pertama kali dibagikan oleh Caroline Ferry di akun Facebooknya. Kepada detikcom, Caroline mengungkapkan dirinya kerap bertemu dengan bocah kelas 2 SD itu di stasiun Parung Panjang. Namun dia tidak mengetahui kalau Alpin pergi dan pulang sendirian naik kereta. Barulah pada pekan lalu, Caroline menanyakan kondisi Alpin yang kerap sendirian naik KRL.

Alpin saat naik KRL.Alpin saat naik KRL. Foto: dok. Caroline Ferry


"Awalnya saya pikir dia sama orangtua. Saya biarkan saja. Pas pekan lalu saya nunggu kereta, dia berdiri di sebelah saya. Saya tanya 'kamu sendiri? Ya sudah ikut kakak ya'. Saya Ajak dia ke gerbong cewek. Saya tanya dia sekolah di mana. Dia menjawab sekolah di dekat Thamrin City dan rumah di Parung Panjang," kata Caroline kepada detikcom, Selasa (10/4/2018).

Kepada Caroline, Alpin mengatakan kedua orangtuanya tidak dapat menemani dirinya ke sekolah. Semula rumah Alpin berada di wilayah Tanah Abang. Namun karena kena gusur, dia sekeluarga pindak ke rumah saudara yang berada di Parung Panjang.

Alpin saat naik KRL.Alpin saat naik KRL. Foto: dok. Caroline Ferry


"Ayahnya jarang pulang dan ibunya lagi sakit. Dia setiap hari bawa uang Rp 8 ribu untuk naik kereta pulang pergi. Untuk ke rumah dan sekolah dia jalan kaki. Saya waktu nemenin dia ke sekolah itu hampir satu jam dari stasiun Tanah Abang ke Thamrin City," kata Caroline.

Saat di KRL, banyak orang yang ingin membantu Alpin. Dari mulai memberikan makanan hingga uang agar dapat dipergunakannya. Namun baik makanan atau uang itu tak digunakan Alpin sendirian. Dia memberikannya untuk sang ibu di rumah.

"Saya kagum sama dia. Alpin kalau ketemu orang, sama orang kan ngelihat dia sendiri. Dikasih uang tapi nggak dijajanin sama dia. Katanya buat beli beras. Pas saya ketemu dia dua kali, saya kasih makan dia dan dia bilang buat adiknya. Sepanjang jalan sampai rumah saya ajakin mampir makan nggak mau," jelasnya.
(nkn/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed