DetikNews
Rabu 04 April 2018, 18:21 WIB

Bareskrim: Urine Balita di Riau Negatif Narkoba

Audrey Santoso - detikNews
Bareskrim: Urine Balita di Riau Negatif Narkoba Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Daniyanto. (Ibnu Hariyanto/detikcom)
Jakarta - Bareskrim Polri menegaskan urine balita asal Meranti, Riau, negatif narkoba setelah dites ulang di Puslabfor. Hasil ini dikuatkan dengan tes Badan Pengawas Obat dan Makanan bahwa permen yang dikonsumsi balita itu juga negatif narkoba.

"Jadi hasil dari BPOM Provinsi Riau negatif bahwa permen itu mengandung narkotika. Kemudian dikuatkan hasil sampel urine yang saya minta dibawa dari Meranti ke Jakarta dan dikirim ke Puslabfor Mabes Polri, hasilnya sementara, tadi saya dikasih surat dari Kapuslabfor, negatif," kata Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Daniyanto saat dimintai konfirmasi detikcom, Rabu (4/4/2018).


Eko menjelaskan pihaknya akan berkoordinasi dengan Kepala RSUD Meranti selaku pihak yang mengeluarkan diagnosis balita itu terpapar narkoba. Eko mengaku sudah memerintahkan Direktur Reserse Narkoba Polda Riau Kombes Hariono mengecek alat tes narkoba yang digunakan RSUD Meranti.

"Saya perintahkan Direktur dan Kasat Narkoba langsung koordinasi dengan Kepala RSUD Meranti karena mereka yang melakukan tes pertama kali. Lalu saya suruh minta alat tes urine yang digunakan RSUD Meranti supaya kita bisa ketahui itu laik pakai atau tidak," jelas Eko.


Selain itu, Eko menyampaikan orang tua balita tersebut akan dimintai keterangan tambahan seputar apa saja makanan yang dikonsumsi anaknya selain permen.

"Kemudian kita melakukan pemeriksaan tambahan kepada orang tua korban 'ini sebelum makan permen, makan apa lagi?'. Takutnya ada makan yang lain. Kadangkala juga cuaca ekstrem atau mungkin juga dia sedang sakit memang, lalu makan permen itu. Jadi seolah-olah karena permen itu si anak jadi sakit," jelas Eko.

"Siapa tahu dia minum obat batuk, obat sakit paru-paru. Itu kan mengandung zat narkotika juga. Yang jelas, permen itu tidak mengandung narkotika," tandas Eko.

Sebelumnya, balita 3 tahun 8 bulan, berdasarkan tes urine yang dilakukan sebuah rumah sakit di Meranti, dinyatakan terindikasi positif narkoba. Peristiwa itu bermula pada Jumat (30/3) sore, ketika si balita memakan permen yang dibelikan kakeknya.

Pada malam harinya, bocah itu dianggap bertingkah laku aneh. Anak perempuan itu tidak mau tidur sampai pagi dan ngoceh tak keruan.
(aud/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed