Perjalanan Kasus Novanto hingga Dituntut 16 Tahun Bui

Niken Purnamasari - detikNews
Kamis, 29 Mar 2018 16:26 WIB
Setya Novanto yang dituntut 16 tahun penjara. Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - You can run but you can't hide. Ungkapan itu digunakan oleh Jaksa KPK Irene Putri saat membacakan surat tuntutan untuk Setya Novanto.

Ungkapan tersebut ada benarnya, melihat 'drama' yang dilakoni oleh Setya Novanto sebelum akhirnya ditahan dan didakwa oleh KPK.

Seperti diketahui, Novanto didakwa melakukan tindakan korupsi dalam proyek pengadaan e-ktp. Dia didakwa menerima duit total USD 7,3 juta (Rp 100,4 triliun) dan melakukan intervensi dalam proyek itu.





Berikut perjalanan kasus Setya Novanto hingga akhirnya dituntut hukuman 16 tahun penjara.

17 Juli 2017

KPK menetapkan tersangka baru dalam kasus e-KTP.Setya Novanto ditetapkan sebagai tersangka.

"KPK menetapkan Saudara SN, anggota DPR periode 2009-2014, sebagai tersangka terbaru kasus e-KTP.Ada bukti permulaan yang cukup untuk penetapan tersangka baru," kata Ketua KPK Agus Rahardjo dalam konferensi pers di kantor KPK, Kuningan, Jakarta, Senin (17/7/2017).


29 September 2017

Novanto menempuh jalur praperadilan soal status tersangkanya. Dalam sidang vonis, Hakim tunggal Cepi Iskandar yang mengadili gugatan praperadilan itu mengabulkan sebagian permohonan Novanto. Status tersangka Novanto pun lepas.

Namun KPK kembali mengatur strategi. KPK mengulang proses penyelidikan kasus itu untuk menjerat Novanto.


10 November 2017

KPK resmi mengumumkan Setya Novanto sebagai tersangka kasus korupsi e-KTP lagi. Ini merupakan kedua kalinya KPK menjerat Novanto setelah kalah melalui praperadilan.

"KPK menerbitkan sprindik pada 31 Oktober 2017 atas nama tersangka SN, anggota DPR RI. SN selaku anggota DPR RI bersama-sama dengan Anang Sugiana Sudihardjo, Andi Agustinus, Irman, dan Sugiharto, diduga dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau korporasi," ucap Wakil Ketua KPK Saut Situmorang di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (10/11/2017).



15 November 2017

KPK memanggil Novano untuk diperiksa sebagai tersangka dalam kasus korupsi e-KTP. Namun Novanto memilih tak hadir.

"Baru saja kami mendapat informasi, pagi ini diterima surat dari pengacara SN (Setya Novanto). Yang bersangkutan tidak dapat hadir," ucap Kabiro Humas KPK Febri Diansyah memberi konfirmasi kepada wartawan, Rabu (15/11).



Sementara itu Novanto memilih mengikuti rapat pimpinan di DPR.

"Ada rapim ya, pimpinan-pimpinan. Ya ini kan rapim penting karena program-program awal harus kita lakukan ya dan tugas-tugas negara harus kita selesaikan," ujar Novanto di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (15/11/2017).


15-16 November 2017

Usai tak menghadiri panggilan KPK, Novanto tiba-tiba saja menghilang pada malam hari.

Sekitar pukul 21.00 WIB, datanglah tim KPK ke rumah Novanto. Berbekal surat perintah penangkapan, tim KPK berusaha masuk. Terlebih dahulu mereka berdialog dengan pihak keamanan rumah Novanto.

Setya Novanto di persidanganSetya Novanto di persidangan Foto: Ari Saputra


"Sampai saat ini kami belum menemukan yang bersangkutan, termasuk ketika kita mendatangi kediaman yang bersangkutan hari ini," kata juru bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (16/11/2017) dini hari.



17 November 2017

Pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi, menyebut kliennya itu akan mendatangi KPK pada malam ini. Namun, menurut Fredrich, Novanto mengalami kecelakaan di perjalanan.

"Saya ditelepon oleh ajudan, diminta mendampingi beliau untuk ke KPK. Kita mau ikuti ke sana. Saya belum sampai dari perjalanan, saya tahu-tahu diinformasikan (mobil novanto) kecelakaan," kata Fredrich saat dihubungi MetroTV, Kamis (16/11/2017).

Novanto kemudian dirawat di RS Medika Permata Hijau hingga akhirnya dipindahkan ke RSCM.

KPK juga resmi mengeluarkan surat perintah penahanan untuk Novanto. Namun pihak Novanto disebut menolak menandatangani berita acara penahanan tersebut.

"Terkait dengan proses penahanan, KPK melakukan penahanan terhadap SN (Setya Novanto)," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (17/11/2017).

19 November 2017

KPK akhirnya resmi membawa tersangka kasus korupsi e-KTP, Setya Novanto. Setya Novanto akan ditahan di rutan KPK.

Pantauan detikcom, mobil yang membawa Setya Novanto tampak meninggalkan RSCM Kencana, Jakarta Pusat, pukul 23.26 WIB, Minggu (19/11/2017). Dia dibawa dengan penjagaan ketat.


13 Desember 2017

Setya Novanto menghadiri sidang perdana di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (13/12/2017). Dengan alasan kesehatan, Novanto tidak menjawab pertanyaan hakim.


Setya Novanto memakai rompi oranye. Setya Novanto memakai rompi oranye. Foto: Ari Saputra


20 Desember 2017

Novanto kembali menjalani sidang lanjutan dengan agenda pembacaan eksepsi. Novanto mengajukan eksepsi atau nota keberataan terhadap dakwaan jaksa dalam perkara dugaan korupsi proyek e-KTP.

Tim penasihat hukum Setya Novanto menyinggung soal praperadilan yang sempat dimenangkan dalam eksepsi atau nota keberatan.

Selanjutnya
Halaman
1 2