detikNews
Rabu 28 Maret 2018, 13:48 WIB

Novanto Terima Jatah e-KTP USD 7,3 Juta Lewat Made Oka dan Irvanto

Faiq Hidayat - detikNews
Novanto Terima Jatah e-KTP USD 7,3 Juta Lewat Made Oka dan Irvanto Mantan Ketua DPR Setya Novanto (Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta - Eks Ketua DPR Setya Novanto disebut jaksa pada KPK menerima jatah uang USD 7,3 juta proyek e-KTP dari PT Quadra Solution. Uang jatah tersebut sebagai bentuk komitmen fee proyek e-KTP sebesar 5% untuk Novanto dan DPR.

Awalnya, politikus Golkar Chairuman Harahap menagih komitmen fee kepada eks Dirjen Dukcapil Irman yang sudah dijanjikan sebesar 5% untuk DPR dan Novanto. Atas hal itu, Irman meminta Andi Narogong, Anang Sugiana, Johannes Marliem (Dirut PT Biomorf), dan Paulus Tanos (Dirut PT Sandipala Arthapura) untuk segera merealisasikan komitmen fee tersebut.

"Menindaklanjuti pemberiaan fee kepada Setya Novanto. Andi Narogong, Paulus Tanos, Anang Sugiana, dan Johannes Marliem mengadakan pertemuan yang menyepakati pemberiaan fee sejumlah USD 3,5 juta untuk Setya Novanto," ujar jaksa pada KPK saat membacakan dakwaan di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta, Rabu (28/3/2018).


Jaksa mengatakan Anang Sugiana merealisasikan pemberian untuk Novanto dari bagian PT Quadra Solution kepada Johannes Marliem. Kemudian PT Biomorf Mauritius milik Johannes Marliem mengirimkan beberapa invoice atau surat tagihan sebagai bentuk dasar pengiriman uang.

"Sehingga seolah-olah pengiriman uang tersebut merupakan pembayaran PT Quadra Solution kepada PT Biomorf Mauritius. Selain itu Anang juga melakukan pertemuan dengan Johannes Marliem dan Sugiharto membahas jumlah fee untuk Novanto," tutur jaksa.

Dalam pertemuan itu, jaksa menyebutkan Johanes Marliem, Anang Sugiana, dan Sugiharto (eks pejabat pembuat komitmen) rencananya akan memberikan uang Rp 100 miliar untuk Novanto. Namun jika tidak bisa, maka uang yang akan diberikan hanya Rp 70 miliar.


"Guna melaksanakan kesepakatan tersebut, Johannes Marliem dan Anang Sugiana kemudian mengirimkan uang kepada Setya Novanto dengan terlebih dahulu menyamarkannya, yang mana hal tersebut dengan cara memberikan uang-uang tersebut tidak langsung kepada Setya Novanto," kata jaksa.

Menurut jaksa, uang untuk Novanto ditransfer melalui beberapa rekening perusahaan dan money changer di luar negeri maupun di Indonesia. Uang itu selanjutnya diterima Setya Novanto.

"Sehingga total uang yang diterima oleh Setya Novanto melalui Irvanto Hendra Pambudi (keponakan Novanto) dan Made Oka Masagung seluruhnya berjumlah USD 7,3 juta," jelas jaksa.


Berikut perincian uang yang diterima Setya Novanto melalui transfer beberapa perusahaan dan money changer:

1. Diterima oleh Setya Novanto melalui Made Oka Masagung jumlah USD 3,8 juta. Uang ditransfer yang diterima rekening bank OCBC atas nama OEM Investment Pte, Ltd sebesar USD 1,8 juta dan uang yang diterima rekening bank DBS Singapura atas nama Delta Energy Pte, Ltd sebesar USD 2 juta.

2. Diterima oleh Setya Novanto melalui keponakannya, Irvanto Hendra Pambudi (Dirut PT Murakabi Sejahtera) sebesar USD 3,5 juta pada 19 Januari hingga 12 Februari 2012.

Perkara ini, mantan Direktur Utama (Dirut) PT Quadra Solution, Anang Sugiana Sudihardjo didakwa mendapatkan aliran duit terkait korupsi proyek e-KTP. Jaksa KPK menyebut perusahaan Anang itu mendapatkan Rp 79.039.861.630 dari proyek e-KTP.
(fai/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com