DetikNews
Senin 19 Maret 2018, 18:23 WIB

JK Minta Tokoh Agama Ikut Jaga Ketenteraman di Tahun Politik

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
JK Minta Tokoh Agama Ikut Jaga Ketenteraman di Tahun Politik Wapres JK di Sidang Majelis Sinode ke-79 GMIM (Foto: Noval/detikcom)
Manado - Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta tokoh agama untuk ikut andil dalam menjaga ketentraman di tahun politik. Salah satunya dengan pendidikan masyarakat melalui rumah ibadah.

"Walaupun kita mempunyai rumah ibadah yang indah-indah dan banyak, tetapi kehidupan masyarakatnya kurang memenuhi perbandingan dengan kemakmurannya dengan daerah lain, tentu kurang afdal atau kurang lengkap beragama kita," ujar JK dalam dalam sambutannya di pembukaan majelis Sinode ke-79 Gereja Masehi Injili di Minahasa, Sulawesi Utara, di Grand Kawanua Convention Center, Jalan A. A. Maramis, Paniki Bawah, Manado, Senin (19/3/2018).

JK yakin setiap tokoh agama akan mendorong masyarakat memajukan kehidupan sosial. JK menyebut setiap pendidikan yang maju di suatu daerah pasti didorong tingkat kemajuan pengetahuan masyarakatnya.


"Karena kalau sejak dulu pendidikan di sini sangat maju, tingkat pengetahuan masyarakatnya lebih baik dibanding dengan masyarakat-masyarakat di daerah lain. Tentu itu lah pendidikan yang dijalankan baik oleh pemerintah juga tentu oleh organisasi keagamaan yang menjadi bagian hidup kita semuanya," kata JK.

JK juga mengatakan bangsa Indonesia akan bekerja keras di tahun politik ini. Dia pun mengingatkan agar tetap menjaga suasana kondusif di tahun politik ini hingga 2019 mendatang.

"Ada dua hal yang secara umum bersamaan kita harus tetap membangun bangsa ini, membangun ekonominya, membangun persatuannya, membangun infrastrukturnya, membangun industrinya. Agar orang bekerja, orang berpendapatan, orang makmur, orang dan sebagainya," ungkapnya.

"Nah sekaligus seperti saya katakan tadi, tahun demokrasi, pesta demokrasi yang akan berjalan tahun ini dan tahun depan merupakan momen-momen yang penting," imbuhnya.


JK mengungkapkan akan terjadi persaingan yang sangat ketat dalam pesta demokrasi di tahun 2018 hingga tahun 2019. Namun sebagai bangsa yang plural, JK berharap tidak terjadi konflik fisik dalam memenangkan pesta demokrasi.

"Tidak dalam bentuk perbedaan-perbedaan yang tajam, tetapi merupakan suatu perbedaan yang menuju persatuan bagi kita semuanya. Ini merupakan momen para pemimpin, pemimpin daerah, pemimpin agama, dan pemimpin masyarakat yang hadir di sini," ungkapnya.

Sementara itu, JK berharap Sidang Sinode ke-79 Gereja Masehi Injili Minahasa juga membahas tentang kepemimpinan. Selain itu juga membahas apa yang akan dilakukan Indonesia sebagai yang besar, makmur, dan damai. Dia pun bercerita soal kunjungannya ke Afghanistan beberapa waktu yang lalu.

"Pada pekan lalu saya menuju Afghanistan, bagaimana saya begitu bangga hidup sebagai bangsa Indonesia, melihat persatuan kita, melihat kedamaian kita dibanding negara-negara tersebut. Sungguh suatu ironi apabila bangsa yang kaya tetapi terpecah belah, dan sungguh suatu kebahagiaan melihat kita semua di sini hadir untuk memajukan negeri kita," tutur dia.
(nvl/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed