1.113 Ogoh-ogoh Siap Diarak Saat Malam Nyepi di Denpasar

Nandang Astika - detikNews
Rabu, 14 Mar 2018 00:25 WIB
Ilustrasi Ogoh-ogoh (Bagus kurniawan/detikcom)
Denpasar - Sebanyak 1.113 ogoh-ogoh siap diarak pada malam pengerupukan hari raya Nyepi pada 17 Maret mendatang. Arak-arakan akan dilaksanakan di desa adat masing-masing.

Diperkirakan yang paling ramai adalah di titik nol Kota Denpasar, tepatnya di Lapangan Puputan, Badung. Sebab, tempat ini menjadi rute pawai ogoh-ogoh peserta lomba yang digelar Pemkot Denpasar.



Wakapolresta Denpasar AKBP I Nyoman Artana menjelaskan, dari polresta akan diterjunkan 1.907 personel. Petugas akan disebar di sejumlah titik yang menjadi rute pawai ogoh-ogoh saat malam pengerupukan.

"Pengamanan paling banyak di perempatan catur muka (titik nol Kota Denpasar). Karena di sana ada lomba (ogoh-ogoh)," kata Wakapolres kepada wartawan, Selasa (13/03/2018).



Polisi mengimbau, untuk keamanan bersama, peserta pawai ogoh-ogoh dilarang memakai sound system. Apalagi menyetel musik keras atau disko.

Termasuk melarang melewati batas masing-masing rute yang telah ditentukan. Ini sebagai upaya menghindari ketersinggungan ataupun benturan fisik antar-pengarak ogoh-ogoh.

"Biar aman semua harus mengikuti aturan. Termasuk tidak boleh mengkonsumsi minuman keras sebelum mengarak ogoh-ogoh," ucapnya.

Dihubungi secara terpisah, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bali Prof Dr Drs I Gusti Ngurah Sudiana, MSi, membenarkan adanya arahan pihak kepolisian itu.

Menurutnya, para peserta memang tidak menggunakan musik disko saat mengarak ogoh-ogoh.

"Kita mengharapkan memakai musik Bali. Gamelan. Agar identitas Bali tetap terjaga," terangnya. (rvk/rvk)