DetikNews
Selasa 13 Maret 2018, 09:01 WIB

PKS-Gerindra Dinilai Was-was Jika Demokrat Merapat ke Jokowi

Andhika Prasetia - detikNews
PKS-Gerindra Dinilai Was-was Jika Demokrat Merapat ke Jokowi Jokowi saat menghadiri Rapimnas Demokrat. (Foto: Kris-Biro Pers Setpres/detikcom)
Jakarta - PKS dan Gerindra seolah tidak menerima sinyal Partai Demokrat yang akan merapat ke Jokowi untuk Pilpres 2019. PKS dan Gerindra dinilai khawatir terhadap manuver tersebut.

"Terkait PKS dan Gerindra terhadap manuver Jokowi, saya kira mereka tentu merasa khawatir juga bila Jokowi berhasil mendapat dukungan dari Demokrat. Melihat manuver Jokowi yang aktif belakangan ketemu elite parpol, pada satu sisi ini menunjukkan Jokowi membutuhkan dukungan banyak parpol dan Jokowi tidak menganggap enteng pertarungan nanti," ujar Peneliti CSIS, Arya Fernandez saat dihubungi, Senin (12/3/2018) malam.


Sinyal merapatnya Demokrat ke Jokowi dinilai wajar mengingat keduanya tampak jarang berkomunikasi dengan Demokrat terkait Pilpres 2019. Arya mengatakan, justru koalisi PKS-Gerindra bisa bertambah jika PAN bergabung.


"Kalau menurut saya, dari sisi PKS dan Gerindra, mereka sebenarnya tidak banyak komunikasi dengan Partai Demokrat. Kalau Demokrat dengan Jokowi, PKS dan Gerindra justru tak perlu merasa kehilangan. Kecuali PAN misalnya," kata Arya.


Sebelumnya, kritikan ini dilontarkan PKS dan Gerindra. PKS menilai, PD tengah bermain tiga kaki.

"Demokrat dengan rapimnas kemarin menurut saya masih tetap mendua peluang... mentiga bahkan. Peluang beliau buat poros ketiga besar, peluang mendukung Jokowi dengan catatan AHY masuk, besar. Peluang gabung Pak Prabowo ada," kata Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera, Senin (12/3).


Sementara itu, Wasekjen Gerindra Andre Rosiade menyebut SBY dan Jokowi sedang bermain drama. Dia menyatakan ini saat memberi komentar soal interaksi Jokowi dan SBY di rapimnas Demokrat.

"Kita memang melihat bahwa dalam acara rapimnas PD dari Sabtu-Minggu, dua belah pihak memberikan sinyal untuk ingin bekerja sama, baik Pak Jokowi maupun Pak SBY, tapi itu kan drama di depan panggung," ujar Andre, Senin (12/3).

[Gambas:Video 20detik]


(dkp/nif)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed