DetikNews
Senin 12 Maret 2018, 19:27 WIB

Rohadi Mengaku Diminta Sareh Wiyono Bohong soal Rp 700 Juta

Haris Fadhil - detikNews
Rohadi Mengaku Diminta Sareh Wiyono Bohong soal Rp 700 Juta Rohadi di gedung KPK (Haris Fadhil/detikcom)
Jakarta - Mantan panitera Pengadilan Negeri Jakarta Utara Rohadi mengaku diminta berbohong oleh anggota DPR Sareh Wiyono. Kebohongan yang dimaksud Rohadi terkait Rp 700 juta sebagai pinjaman dari pengacara bernama Petrus Selestinus untuk pengurusan perkara di Mahkamah Agung.

"Dulu saya berbohong, saya menarik yang namanya Pak Petrus Selestinus (pengacara). Itu sebenarnya tidak ada kaitannya sama sekali. Saya, bahwa dulu saya harus mengakui bahwa uang Rp 700 juta itu pinjaman dari Pak Petrus," kata Rohadi setelah menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (12/3/2018).

"Padahal itu bohong, itu rekayasa yang diarahkan Pak Sareh Wiyono supaya dia tidak terlibat, sehingga membawa, menarik Pak Petrus," imbuhnya.


Ia mengaku menyesal dan meminta maaf atas perbuatannya tersebut. Menurut Rohadi, dia tidak mendapat imbalan apa pun atas kebohongan yang dilakukannya.

"Tidak ada (dikasih apa pun). Saya menyesal," ucapnya.

Dia pun kembali meminta agar kasus yang menjeratnya terus dikembangkan KPK. Rohadi pun lagi-lagi menyebut sejumlah nama.


"Dalam hal ini, Karel Tuppu, hakim Pengadilan Tinggi Bandung yang sampai saat ini masih menjabat, Saudara-saudara. Ini saya kecewa sekali, juga Ifa Sudewi, Rina Pertiwi, (Sareh Wiyono) termasuk," ucapnya.

Rohadi pernah menyebut tentang Rp 700 juta itu sebagai pinjaman dari Petrus. Rohadi menyebut pinjaman itu untuk pengurusan perkara di MA.

"Untuk urus perkara di Mahkamah Agung," kata Rohadi, Selasa (14/11/2017).

Selain itu, Sareh, yang pernah menjadi saksi dalam persidangan pada Senin (31/10/2016), menceritakan Rohadi pernah meminjam uang kepadanya. Namun Sareh menyerahkan peminjaman kepada pengacara Petrus Selestinus sebesar Rp 700 juta.

Selain itu, Rohadi meminjam uang berkali-kali kepada eks juru sita PN Jakarta Barat, Sitanggang. Nilai nominal setiap transaksi juga cukup besar, yakni Rp 300 juta, Rp 600 juta, Rp 900 juta, hingga Rp 1 miliar. Namun Rohadi mengaku tak pernah bertransaksi dengan Sitanggang dan Petrus maupun Sareh.

Dalam kasus lain, Rohadi dihukum 7 tahun penjara karena menerima suap untuk perkara Saipul Jamil. Rohadi kini kembali disangkakan dengan sangkaan pidana gratifikasi dan pencucian uang.
(haf/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed