DetikNews
Rabu 28 Februari 2018, 19:49 WIB

Sandi: 10% dari 10 Ribu Orang Gangguan Jiwa di Jakarta Harus Dirawat

Mochammad Zhacky Kusumo - detikNews
Sandi: 10% dari 10 Ribu Orang Gangguan Jiwa di Jakarta Harus Dirawat Foto: Muhammad Fida/detikcom
Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyebut ada 10 ribu warga Ibu Kota yang mengalami gangguan jiwa. Sebagian kecil dari jumlah tersebut, dikatakannya, harus mendapatkan perawatan intensif.

"Total ada 10 ribu di DKI yang terindikasi mengalami gangguan jiwa. Dan dari 10 ribu itu, 10 persen dari Dinas Kesehatan terindikasi harus mendapatkan perawatan," kata Sandi di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (28/2/2018).


Sandi menuturkan ada berbagai penyebab warga Jakarta mengalami masalah kejiwaan. Yang paling utama adalah akibat masalah ekonomi dan sosial.

"(Penyebabnya) satu, impitan ekonomi, sosial, keputusasaan. Ada stres, ada yang karena percintaan, ada yang depresi, ada yang skizofrenia. Kalau yang skizofrenia, harus dirawat. Paling banyak (karena masalah) sosial, ekonomi, dan keputusasaan," papar Sandi.

Namun Sandi belum memiliki data detail mengenai sebaran warga yang mengalami gangguan jiwa. Kata dia, dari enam wilayah di DKI, orang yang mengalami gangguan jiwa ada di Jakarta Barat dan Jakarta Utara.

"Saya datanya belum dapat. Tapi di Jakarta Barat dan Jakarta Utara yang banyak," terang Sandi.

Wagub usungan Partai Gerindra dan PKS itu mengimbau kepada warga Jakarta mengenali tanda-tanda gangguan jiwa. Dia juga meminta warga tidak malu melapor kepada pihak Pemprov DKI jika menemukan adanya gejala gangguan jiwa pada sanak keluarga ataupun lingkungan sekitar.

"(Imbauannya) kenali gangguan jiwa, mulai suka menyendiri, suka galau-galau, suka senyum-senyum sendiri, suka sedih, depresi, nggak mau ketemu orang. Itu salah satu yang kelihatan dengan mata. Jadi kita harus kenali dan sosialisasi ke masyarakat. Itu yang jadi PR buat kita untuk mengatasi gangguan kejiwaan ini," papar Sandi.

Sandi pun sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan DKI. Sandi ingin salah satu program Dinkes, yakni Ketuk Pintu Layani dengan Hati, juga menangani masalah gangguan jiwa.

"Jadi harus dikasih obat, harus dikasih treatment. Nah ini. Oleh karena itu, program Ketuk Pintu Layani dengan Hati dari pemerintahan sebelumnya kita terusin, tapi kita perlebar bukan hanya penyakit yang biasa tapi juga penyakit jiwa," tutur Sandi.

[Gambas:Video 20detik]


(zak/gbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed