DetikNews
Sabtu 24 Februari 2018, 21:56 WIB

PDIP Sebut Kriteria dan Syarat Cawapres Jokowi di Pilpres 2019

Haris Fadhil - detikNews
PDIP Sebut Kriteria dan Syarat Cawapres Jokowi di Pilpres 2019 Foto: Ari Saputra
Denpasar - Wasekjen PDIP Ahmad Basarah menceritakan soal kriteria bakal cawapres pendamping Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang telah diumumkan sebagai capres pada Pilpres 2019. Kriteria pertama ialah memiliki kesepahaman dalam pemikiran.

"Capres dan cawapres Indonesia ke depan adalah dua figur yang harus dwitunggal, baik dalam ideologi, pemikiran, maupun sikap kenegaraannya. Jadi syarat ideologi itu menjadi syarat pertama," kata Basarah di Hotel Grand Inna Bali Beach, Denpasar, Bali, Sabtu (24/2/2018).

Kriteria kedua ialah mampu meningkatkan elektabilitas Jokowi. Ketiga, nantinya cawapres harus punya chemistry untuk bekerja sama dengan Jokowi.

"Capres dan cawapres itu harus betul-betul memiliki chemistry untuk bisa saling bekerja sama. Dwitunggal itu seperti bung Karno dan bung Hatta, kepemimpinan yang solid pemikiran, sikap, dan keputusan kenegaraannya tidak berjalan sendiri-sendiri," ujarnya.

Soal latar belakang cawapres, Basarah tak mempermasalahkannya. Menurutnya sosok cawapres, baik yang berlatar belakang militer, teknokrat, ataupun sipil harus punya visi yang sejalan dengan Jokowi.

"Kita tidak mendikotomikan antara sipil, militer, teknokrat dan sebagainya. Yang paling penting adalah kriteria yg saya katakan tadi, visi kenegaraannya sama, menambah faktor elektoral, dan ketiga punya chemistry dengan capres Jokowi," jelasnya.

Selain Basarah, Sekretaris DPD PDIP Sumatera Utara Soetarto menyatakan cawapres nantinya harus punya visi misi yang sejalan dengan Jokowi. Ia tak mempermasalahkan latar belakang cawapres selama sosok yang diusung bisa bekerja sama dengan Jokowi.

"Kalau kita yang paling utama punya visi dan misi sejalan dengan capres. Ke depan bisa melanjutkan apa yang sudah digariskan oleh pak Jokowi. Background nanti pak Jokowi mencari yang punya chemistry dengan beliau," ucap Soetarto.

Berikutnya ketua DPC PDIP Purworejo Luhur Pambudi menyebut penentuan sosok cawapres pendamping Jokowi merupakan hak prerogatif ketum PDIP Megawati Soekarnoputri. Ia tak mempermasalahkan soal latar belakang cawapres yang bakal mendampingi Jokowi.

"Saya kira itu hak prerogratif ibu Ketua Umum dan pak Jokowi. Namun, kami punya harapan besar untuk cawapres ini wujud dan respresentasi kaderisasi pemimpin nasional yang luar biasa seperti halnya pak Jokowi. Adapun militer atau sipil dan religius atau nasionalis menurut kami tidak penting. Yang terpenting orang yang secara integritasnya mampu dan sanggup," jelas Luhur.
(HSF/nkn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed