DetikNews
Jumat 23 Februari 2018, 17:49 WIB

Menkeu: Belum Genap 2 Bulan, Total Sabu yang Disita 2,9 Ton

Audrey Santoso - detikNews
Menkeu: Belum Genap 2 Bulan, Total Sabu yang Disita 2,9 Ton Jumpa pers pengungkapan 1,6 ton sabu. (Audrey/detikcom)
Batam - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan narkoba semakin mengancam Indonesia. Hal tersebut didasari perbandingan jumlah barang haram yang masuk pada 2017 dan 2018 ini.

"Untuk diketahui oleh teman-teman media, Bea dan Cukai tahun 2017, selama 12 bulan itu menangani 342 kasus penyelundupan dengan total berat yang bisa disita adalah 2,132 ton," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers 'Pengungkapan 1,622 Ton Sabu' di Pelabuhan Sekupang, Batam, Kepri, Jumat (23/2/2018).

Narkoba tersebut, dijelaskan Sri, merupakan hasil operasi bersama Bea-Cukai, Polri, TNI, dan BNN. "Ini adalah kerja sama yang luar biasa antara Bea-Cukai dengan Kepolisian, BNN, TNI, bahkan sering dengan unsur masyarakat," ujar dia.




Sri melanjutkan, baru dua bulan berjalan pada 2018, jumlah barang bukti narkoba yang berhasil disita dari sindikat mencapai 2,9 ton dan kasus narkoba yang ditangani Bea-Cukai sebanyak 57 kasus.

"Tahun 2018 ini, belum genap dua bulan, telah dilakukan 57 kasus penanganan dan total jumlah yang disita adalah 2,932 ton. Menggambarkan Indonesia mendapatkan banjir dari narkoba ini yang tiap harinya, tiap bulannya, tiap waktunya terus meningkat," terang Sri.

Untuk menghadapi ancaman narkoba yang semakin tinggi, Sri mengaku akan memperbaiki cara kerja Bea-Cukai. Sri pun menyebut perairan Batam sebagai daerah rawan kejahatan penyelundupan.

"Kita akan terus melakukan perbaikan dalam cara kita bekerja, mengingat ancamannya yang semakin lama semakin tinggi dan Batam ini termasuk daerah yang paling cukup rawan penyelundupan barang-barang berbahaya," tutup Sri.
(aud/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed