DetikNews
Jumat 23 Februari 2018, 10:21 WIB

Cerita Daudy, Jualan Minyak Pret Beromzet Rp 300 Juta/Bulan

Agus Setyadi - detikNews
Cerita Daudy, Jualan Minyak Pret Beromzet Rp 300 Juta/Bulan
Aceh - Ruangan sebesar garasi mobil itu disulap menjadi sebuah tempat usaha. Botol-botol parfum beragam ukuran tertata rapi dalam rak.

Seorang pria yang bertugas sebagai kasir melayani pembeli dengan ramah. Di tempat itulah, Daudy Sukma meracik sekaligus menjual 'Minyeuk Pret', parfum dari minyak nilam kualitas dunia.

Usaha meracik parfum sudah digeluti Daudy sejak 1 April 2015. Ide awalnya muncul saat ia melihat banyak minyak nilam dari Aceh diekspor ke luar negeri sejak ratusan tahun silam. Daudy dan beberapa kawannya kemudian membuat penelitian selama setahun hingga cita-citanya membuat parfum sendiri terwujud.

Untuk menjalankan bisnisnya, Daudy menyulap sebuah tempat di Jalan Wedana No 104 Lam Ara, Keutapang Dua, Kecamatan Banda Raya, Kota Banda Aceh, sebagai lokasi peracikan. Ia melabeli parfum buatannya dengan nama 'Minyeuk Pret'. Nama ini dipilih karena masyarakat Tanah Rencong pada masa lalu menyebut parfum sebagai Minyeuk Pret (minyak yang disemprot).

"Hari ini anak Aceh sudah bisa buat parfum dengan minyak nilam itu sendiri. Di parfum ini, kita pakai minyak nilam sebagai bahan baku utama. Parfum-parfum kualitas dunia juga bahan baku utamanya dari minyak nilam," kata Daudy, Jumat (23/2/2018).

Daudy tidak sendiri dalam menjalankan bisnis ini. Ia bergerak bersama tiga kawannya, yaitu Fajar Sukma, Teuku Muda Surmansyah, dan Bismi Farhan. Namun gagasan membuat parfum muncul dari Daudy. Dia kemudian ditunjuk untuk menakhodai usaha yang diluncurkan tiga tahun silam itu.

Pada percobaan pertama, Daudy meracik parfum dengan 11 aroma pada 2014. Dia kemudian meminta tiga rekannya mencoba. Selain itu, mereka melakukan survei ke pasar-pasar dan mendatangi lokasi-lokasi keramaian. Setelah survei digelar, ternyata ada tiga aroma yang menjadi pilihan masyarakat, yaitu coffee, seulanga, dan meulu.

"Sekarang yang kita produksi tiga aroma itu. Dan ketiganya paling banyak laku sekarang," ungkap Daudy.

Untuk harganya, Minyeuk Pret dijual dari harga Rp 110 ribu hingga yang premium seharga Rp 330 ribu. Dalam sebulan, Minyeuk Pret laku mencapai 5.000 unit.

Parfum ini dipasarkan di seluruh Indonesia dan 11 negara, di antaranya Inggris, Arab Saudi, Malaysia, Taiwan, Bangladesh, Uni Emirat Arab (Dubai), Filipina, Australia, India, dan Thailand.

"Omzetnya sampai Rp 300 jutaan lebih/bulan. Kualitas parfum kita sangat bagus, prosesnya ada standarnya," jelas Daudy.
(asp/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed