DetikNews
Rabu 21 Februari 2018, 19:55 WIB

Ketum PPP: Jokowi Tanya Siapa yang Pantas Jadi Cawapres

Ray Jordan - detikNews
Ketum PPP: Jokowi Tanya Siapa yang Pantas Jadi Cawapres Ketum PPP Romi (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Romahurmuziy (Romi) mengaku telah bertemu dengan Presiden Joko Widodo belakangan ini. Salah satu yang dibahas adalah mengenai sosok yang pantas mendampingi Jokowi di Pilpres 2019.

Romi mengatakan pertemuannya dengan Jokowi tersebut membahas pelaksanaan Pilkada Serentak 2018 dan Pilpres 2019. Jokowi ingin memastikan agar pelaksanaan Pilpres 2019 tidak dipenuhi dengan ujaran kebencian.

"Pertama kan bagaimana mengamankan supaya pilkada serentak yang suaranya 70 persen ini damai. Yang kedua memastikan kontestasi pilpres besok tidak dipenuhi ujaran kebencian," kata Romi setelah mendampingi Jokowi di acara Dzikir Kebangsaan Hubbul Wathon di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu (21/2/2018).

Selain itu, Romi mengatakan Presiden Jokowi menanyakan kepada partai koalisinya saat ini terkait sosok yang pantas mendampingi Jokowi di Pilpres 2019.

"Tentu adalah menanyakan kepada masing-masing rencana partai koalisi ini, siapa kira-kira yang pantas mendampingi beliau sebagai (calon) wapres. Tentu pada saatnya kan akan dibahas bersama," kata Romi.

Romi mengatakan pertemuan yang dilakukan Jokowi tersebut masih sebatas bilateral, belum dilakukan secara bersamaan dengan ketua umum parpol pendukungnya, sehingga pembahasan sosok calon wakil presiden untuk Jokowi nanti belum dibahas secara menyeluruh.

"Saat ini Presiden tingkatannya masih pada pertemuan bilateral, antara PPP dengan beliau, antara PAN dengan beliau, antara PKB dengan beliau, dan partai-partai lain dengan beliau. Nanti pada saatnya kan beliau pasti mengintegerasikan seluruh pertemuan itu, direkonsiliasi semua, kemudian sampai pada titik, yuk kita bahas bersama," jelas Romi.

Dari PPP sendiri, Romi mengajukan tiga kriteria yang pantas mendampingi Jokowi pada Pilpres 2019. Pertama, kata Romi, berdasarkan pada kebutuhan untuk menjaga keutuhan RI.

"Narasi besar NKRI dibangun atas dasar nasionalisme dan agama," katanya.

Kedua, PPP membutuhkan agar pasangan capres dan cawapres Pilpres 2019 jauh dari ujaran kebencian dan dikurangi sirkulasi ujaran kebencian yang ada.

"Yang ketiga, tentu adalah kebutuhan elektoral dari Presiden sendiri serta kebutuhan kemampuan beliau di masa yang akan datang. Jadi itu yang jadi pertimbangan," kata Romi.
(jor/bag)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed