DetikNews
2018/02/18 10:43:53 WIB

Presiden PKS Luruskan Video Pidato 'Cawapres Jokowi' yang Dipotong

Indah Mutiara Kami - detikNews
Halaman 1 dari 2
Presiden PKS Luruskan Video Pidato Cawapres Jokowi yang Dipotong Sohibul Iman / Foto: Edzan Raharjo/detikcom
Jakarta - Video penggalan pidato Presiden PKS Sohibul Iman soal cawapres Joko Widodo (Jokowi) beredar di media sosial, salah satunya juga diretweet oleh Fahri Hamzah. Sohibul Iman lalu meluruskan hal tersebut.

Penggalan pidato itu merupakan bagian dari Taujih Kemenangan yang disampaikan Sohibul Iman saat Rembug Nasional Legislator PKS se-Indonesia di Yogyakarta pada Kamis (15/2). Video penggalan pidato itu ada yang berdurasi sekitar 1 menit 20 detik, ada pula yang 1 menit 50 detik.

Di awal, Sohibul bicara soal tokoh-tokoh yang potensial didukung PKS menjadi mitra koalisi capres dan cawapres. Dia bicara soal sosok Jokowi dan Prabowo, hingga AHY. Sohibul mengatakan sudah banyak yang mengantre untuk jadi cawapres Jokowi.

"Jadi sekarang sudah mengantre siapa-siapa yang akan jadi Cawapresnya Pak Jokowi. Menurut Harian Terbit sudah 17 nama Cawapres yang sudah antre menjadi Cawapres Pak Jokowi. Jadi kalau PKS mau masuk dalam bursa Cawapres Jokowi, maka kita akan masuk di posisi ke-18," kata Sohibul dalam potongan video yang beredar.

"Tapi antum jangan pesimistis, siapa tahu Pak Jokowi melihat kader PKS potensial paling atas," sambungnya.

Penggalan video dengan kalimat-kalimat itulah yang kemudian beredar di media sosial. Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah juga ikut meretweet cuitan soal video itu. Namun, kini akun yang cuitannya diretweet Fahri itu sudah dikunci.








Sohibul Iman kemudian meluruskan penggalan video yang tersebar luas. Dia meminta pidatonya disimak secara utuh.

"Baca yang lengkap seperti ini," kata Sohibul, Minggu (18/2/2018) sambil menyertakan tautan video lengkap dan pidato lengkapnya.

Sementara itu, Wasekjen PKS Mardani Ali Sera juga menegaskan pernyataan Sohibul di video yang dipotong itu bukanlah intinya. "Itu pengantar," ujar Mardani saat dihubungi terpisah.

"Ada upaya penyebaran potongan video malah menyolidkan kader PKS bahwa ada upaya mengarahkan PKS mendukung pak Jokowi," tambahnya.
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed