Polda Sumsel Musnahkan 6,6 Kg Sabu dan Ribuan Pil Ekstasi

Raja Adil Siregar - detikNews
Kamis, 15 Feb 2018 17:42 WIB
Pemusnahan narkoba (Raja/detikcom)
Palembang - Polda Sumatera Selatan memusnahkan barang bukti 6,6 kg sabu dan 2.000 butir ekstasi dengan cara diblender. Sejumlah barang bukti yang disita merupakan narkoba yang ditemukan dari jaringan internasional.

"Ini seluruhnya merupakan hasil ungkap kasus peredaran narkoba sejak bulan Desember hingga Januari. Untuk sabu ada sekitar 6,6 kg dan ekstasi 2.010 butir dari total 8 kasus yang ada," terang Kapolda Sumsel Irjen Zulkarnain kepada wartawan, Kamis (15/2/2018).

Dilanjutkan Zulkarnain, dari 8 kasus ini, polisi turut mengamankan 13 pelaku, satu di antaranya narapidana yang sedang menjalani masa hukuman di rutan Banyuasin. Termasuk pecatan TNI Angkatan Laut yang pernah berdinas di Bahreun, Aceh.




Masih menurut Zulkarnain, dirinya telah meminta kejaksaan tinggi menuntut hukuman mati terhadap para pelaku. Hal ini untuk memastikan agar nantinya para pelaku tidak lagi menjadi pengedar saat keluar.

"Saya sudah koordinasikan dengan Kejati agar pelaku ini dihukum maksimal atau bila perlu ditembak mati saja. Kita tentu khawatir nanti kalau hanya kena pidana seumur hidup, pas keluar malah dia jadi yang mengendalikan," katanya.

Geram atas ulah pengedar yang terus menjadikan Sumsel sebagai pusat peredaran, Zulkarnain meminta anggota menindak tegas para pelaku. Bahkan jika ada anggota yang terlibat dipastikan akan langsung dipecat.

Polda Sumsel Musnahkan 6,6 Kg Sabu dan Ribuan Pil EkstasiPemusnahan narkoba (Raja/detikcom)


Di tempat terpisah, Kapolres Banyuasin AKBP Yudhi Surya Markus Pinem turut memusnahkan 374 gram sabu dan 300 butir ekstasi. Barang bukti sitaan ini merupakan hasil pengungkapan kasus yang akan diedarkan di Banyuasin.

"Semua merupakan hasil giat kita Satuan Reserse Narkoba bekerja sama dengan BNN Kabupaten Banyuasin. Untuk kasus besar nanti akan dimusnahkan bersama di Polda Sumsel setelah selesai proses pemberkasan perkara dan cek labfor selesai," kata Yudhi. (rvk/rvk)