DetikNews
Senin 12 Februari 2018, 11:07 WIB

Sidang Setya Novanto

Agun Terangkan Koordinasi dengan Novanto soal Urusan Komisi II

Aditya Mardiastuti - detikNews
Agun Terangkan Koordinasi dengan Novanto soal Urusan Komisi II Agun Gunandjar/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Mantan Ketua Komisi II Agun Gunandjar memberikan keterangan mengenai koordinasi ke Setya Novanto saat menjabat ketua Fraksi Golkar di DPR. Agun mengaku selalu melaporkan perkembangan di komisi kepada Novanto.

"Saya sebagai ketua tidak pernah dipanggil tapi saya inisiatif melaporkan perkembangan di komisi dan itu rutin kami laporkan, seperti UU Pemerintah dipecah UU Pemda. Saya melaporkan kalau ini tidak akan selesai dengan pansus, lalu ada UU Adminduk, UU ASN, lalu UU Aspem jadi terkait politik kami laporkan semua. Itu kami laporkan semua ke ketua fraksi," kata Agun saat bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jl Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (12/2/2018).

Jaksa Ahmad Burhanuddin lantas bertanya soal model laporan ke Novanto. Jaksa menanyakan jumlah ketua komisi yang berasal dari Golkar.

"Banyak ketua komisi dari Golkar?" tanya jaksa.

"Iya," jawab Agun.

"Apakah ada rapat khusus membahas laporan dari ketua komisi?" tanya jaksa lagi.

"Biasanya rapat terbuka, rutin," ujar Agun.

Agun menjelaskan, sebagai ketua Komisi II dia melaporkan temuan-temuan soal masalah e-KTP. Di antaranya soal polemik fotokopi e-KTP yang tidak boleh disalin hingga soal pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) yang sedang dibahas.

"Kita selalu adakan rapat internal komisi masing-masing tim melaporkan, disimpulkan. Polemik di publik nggak boleh difotokopi itu kami panggil, dicek, efektif baik jadi yang fotokopi itu bukan barangnya yang nggak boleh difotokopi, bukan barangnya rusak, tapi sebagai alat bukti fotokopinya yang tidak boleh dipakai," jelasnya.

Jaksa kemudian menanyakan tanggapan Novanto saat itu. Agun menjawab Novanto hanya mengatakan bagus dan ditingkatkan.

"Apa yang disampaikan ke Novanto?" tanya jaksa.

"Singkat saja bagus, terima kasih, komisi II sekarang produktif. Untuk KTP elektronik tetap kontrol awasi, jangan anggota DPR ikut cawe-cawe supaya proyek ini sukses. dan kami memang keras waktu mendatangkan alat, ngetes," jawab Agun.
(ams/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed