DetikNews
Jumat 09 Februari 2018, 20:28 WIB

Sandiaga: Pengusaha Janji Patuhi Hukum dan Aturan Pemerintah

Mochamad Zhacky - detikNews
Sandiaga: Pengusaha Janji Patuhi Hukum dan Aturan Pemerintah Sandiaga Uno (Fida/detikcom)
Jakarta -

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno enggan membahas pernyataannya yang menyebut ada pihak yang mencoba membenturkan pemerintah dengan pengusaha. Sandiaga mengatakan para pengusaha yang berada di bawah naungan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI berjanji mematuhi hukum yang berlaku.

"Saya tidak perlu mengangkat kembali. Tetapi tadi sudah datang juga dari Kadin mengucapkan yang sama bahwa mereka ingin menjadi bagian dari pemerintah, dan mereka ingin patuh terhadap hukum dan peraturan pemerintah," kata Sandiaga di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (9/2/2018).

Sandiaga justru menuturkan ada pihak yang sengaja membangun persepsi semua pengusaha kerap melanggar aturan. Hal itu, menurutnya, merupakan bentuk upaya mengadu domba pemerintah dengan para pengusaha.

"Tetapi selalu ada saja yang membingkai dan mengukir sebuah persepsi bahwa pengusaha itu adalah pengusaha yang nakal. Semua pengusaha itu adalah semua yang melanggar aturan dan melanggar peraturan dan undang-undang. Nah ini adalah upaya-upaya untuk membenturkan kami dengan pengusaha," papar Sandiaga.

Karena dugaan adu domba tersebut, Sandiaga mengundang pihak Kadin dan para pengusaha ke Balai Kota pagi tadi. Dalam pertemuan itu, para pengusaha berkomitmen menjadi mitra pemerintah yang baik.

"Oleh karena itu, tadi coffee morning-nya meluruskan hal tersebut, alhamdulillah. Dan karena kita berbicara sesuai UU Nomor 1 Tahun 1987, pengusaha yang tergabung di bawah asosiasi, himpunan, dikoordinir di bawah wadah Kadin adalah mitra pemerintah dalam menyelenggarakan bergeraknya ekonomi dan penciptaan lapangan kerja," terang Sandiaga.

Sandiaga menyatakan ada pihak yang mencoba membentur-benturkan Pemprov DKI dengan pengusaha. Pernyataan itu ia sampaikan saat dimintai konfirmasi mengenai investigasi dugaan prostitusi di salah satu tempat hiburan malam di Jakarta.

"Fokus kita ke depan adalah mendorong pariwisata yang tentunya bisa menciptakan begitu banyak lapangan kerja, dalam satu usaha pariwisata, seperti perhotelan, seperti restoran dan kafe," kata Sandiaga di Balai Kota, pagi tadi.




(zak/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed