DetikNews
Jumat 09 Februari 2018, 17:31 WIB

Penjelasan Kominfo soal Perubahan Gaya Komunikasi Akibat Medsos

Haris Fadhil - detikNews
Penjelasan Kominfo soal Perubahan Gaya Komunikasi Akibat Medsos Keberadaan media sosial disebut membuat perubahan dalam gaya berkomunikasi. (Haris Fadhil/detikcom)
Jakarta - Keberadaan media sosial disebut membuat perubahan dalam gaya berkomunikasi. Salah satunya, orang menjadi bergantung pada gadget miliknya.

"Sekarang dengan WhatsApp kita kirim pesan, aku kangen kamu. Kirim, centang dua, terus nggak di-read. Satu menit, dua menit, setengah jam, nggak di-reply langsung telepon. Kamu di mana, ngapain, (padahal) zaman dulu nggak ada masalah," kata tenaga ahli Kominfo, Donny Budi Utoyo, dalam diskusi publik 'Melawan Hoax' di kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Jumat (9/2/2018).

Penjelasan Kominfo Soal Perubahan Gaya Komunikasi Akibat MedsosContoh perubahan gaya berkomunikasi dengan gambar salah satu kaleng biskuit. (Haris Fadhil/detikcom)
Berikutnya, Donny juga memberi contoh perubahan gaya berkomunikasi dengan gambar salah satu kaleng biskuit. Gambar tersebut sebenarnya menunjukkan ibu dan anak-anaknya duduk di kursi saat makan bersama sambil memegang makanan. Namun akibat perubahan gaya komunikasi, gambar itu pun berubah menjadi memegang gadget.

"Nah, saya menggambarkan saja, jadi nanti kaleng Khong Guan itu waktu tahun 2018 gambarnya berganti. Sudah nggak matching, semua begini, teknologi mengubah perilaku, ucapnya.


Sementara itu, pendiri Politicawave, Yose Rizal, menyebut media sosial mulai marak hoax sejak pemilihan Gubernur DKI pada 2012. Ia menyebut kisruh di media sosial terjadi saat digunakan untuk keperluan politik.

"Sebelum 2012, nyaris nggak ada hoax, nggak ada black campaign, nggak ada akun anonim. Dulu waktu pertama kita pantau Pilkada DKI 2012, baru kita kaget, baru ketemu akun-akun hoax itu. Sebelumnya nggak ada. Kalau dulu orang komplain tentang brand ya benar ada masalah di produknya itu. Politik ini yang bikin media sosial jadi panas. Orang bisa jadi buzzer dan lain-lain," ucap Yose.
(haf/nvl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed