DetikNews
Jumat 09 Februari 2018, 06:15 WIB

Belajar Semangat Hidup dari Pak Deden Penjual Tisu Viral di Depok

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Belajar Semangat Hidup dari Pak Deden Penjual Tisu Viral di Depok Foto: Zunita Amalia Putri/detikcom
Jakarta - Pak Deden, penjual tisu yang mengidap Bell's Palsy atau kelumpuhan sebagian otot wajah, dipuji lantaran terus berjuang mencari nafkah untuk penyembuhannya, bukan malah mengiba tanpa berusaha. Semangat hidup Pak Deden disebut mesti ditiru semua pihak.

"Perlu ditiru dan untuk itu perlu ditularkan dan disebarkan ke masyarakat oleh pemerintah," ujar anggota Komisi VIII DPR, komisi bidang sosial, Sodik Mudjahid saat dihubungi, Kamis (8/2/2018).



Menurut Sodik, Pak Deden dapat jadi contoh bagi semua elemen bangsa. Baginya, cara hidup Pak Deden, andai ditiru semua pihak yang bernasib sama, dapat membantu pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan.

"Jika semua orang disabel bersemangat dan berprinsip seperti ini, maka akan mempercepat pengentasan kemiskinan," ucap Sodik.

Belajar Semangat Hidup dari Pak Deden Penjual Tisu Viral di Depok Foto: Sodik Mudjahid (Dok. Istimewa)

Sodik menyebut bahwa Pak Deden, dengan semangat juang hidupnya, seharusnya mendapat perhatian khusus dari pemerintah. Semangat juang Pak Deden, jika diterapkan ke masyarakat luas, dapat menggerakkan roda ekonomi.

"Warga seperti inilah yang justru perlu mendapat prioritas pembinaan dan pemberdayaan. Bukan saja untuk mengentaskan kemiskinan, bahkan akan menghasilkan wirausaha-wirausaha baru yang berasal dari kalangan masyarakat bawah," tutur politikus Gerindra itu.


Kepala Dinas Sosial Depok Kafrawi menanggapi kisah viral Pak Deden (46). Kafrawi mengatakan akan menginstruksikan pihaknya untuk memeriksa keadaan Pak Deden.

"Besok saya ajak dokter Devi suruh lihat lokasi lapangan sama Satpol PP agar pendampingan. Kalau memang membahayakan jiwa dan kesehatannya ya kita bisa carikan rumah sakit atau ke Kemenkes pusat juga bisa kami rekomendasikan," ujar Kafrawi.

Pak Deden sudah ditanya mengenai kesiapannya jika ditempatkan di panti sosial. Dia mengatakan senang sekali karena bisa hidup di tempat yang layak jika berada di panti.

"Saya mah mau saja di panti karena kalau di panti saya kan ada tempat tinggal dan nggak harus di jalanan lagi," kata Pak Deden.
(gbr/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed