DetikNews
Kamis 01 Februari 2018, 23:41 WIB

Saksi Tak Tahu soal Saham Murakabi, Jaksa: Kan Anda Direktur

Haris Fadhil - detikNews
Saksi Tak Tahu soal Saham Murakabi, Jaksa: Kan Anda Direktur Foto: Sidang Lanjutan Setya Novanto. (Ari Saputra-detikcom)
FOKUS BERITA: Sidang Setya Novanto
Jakarta - Jaksa mencecar adik Andi Narogong, Vidi Gunawan soal kepemilikan saham PT Murakabi. Jaksa menyebut Vidi sebagai direktur saat itu.

Awalnya, jaksa bertanya soal kedatangan keponakan Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi Cahyk ke ruko Fatmawati. Vidi menyebut Irvanto datang untuk mengukuti lelang proyek e-KTP.

"Apa kaitan Irvanto datang ke Fatmawati?" tanya jaksa pada sidang Novanto di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar, Jakarta Pusat,Kamis (1/2/2018).

"Mau ikut e-KTP," ucap Vidi.

Vidi mengaku lupa berapa kali ia bertemu Irvanto di Fatmawati. Namun, Vidi mengaku tahu kalau Irvanto akan ikut lelang proyek e-KTP lewat PT Murakabi.

"Apa perusahaan yang akan digunakan oleh Irvanto?" tanya jaksa.

"Murakabi," jawab Vidi.

Selanjutnya, jaksa bertanya apakah Vidi pernah memiliki perusahaan bernama Murakabi. Vidi membenarkannya, meski menyebut ia hanya berada satu bulan di perusahaan itu atas perintah kakaknya, Andi.

"Saya disuruh tanda tangan saja. Kakak saya, Andi (yang menyuruh). Kemudian menjadi direktur, saya tanda tangan setelah satu bulan disuruh oper lagi," jelas Vidi.

"Kapan itu? Sekitar 2007-2008?" tanya jaksa.

"Iya, sekitar itu," ucap Vidi.


Berikutnya, jaksa bertanya soal kepemilikan saham di PT Murakabi. Vidi mengaku tak tahu, karena semua urusan diatur oleh Andi.

"Kurang tahu (siapa saja yang punya saham)," ujar Vidi.

"Kan anda direktur?" ucap jaksa.

"Nggak tahu (soal saham)," jawab Vidi.

Vidi pun menjelaskan kalau PT Murakabi kemudian dilepas ke Irvanto. Saat itu nilai penjualannya sekitar Rp 300 juta.

Urusan jual beli disebut Vidi diurus oleh Deniarto atau Deni. Ia menyebut perusahaan itu bergerak di bidang perkartuan.

"Berapa dibelinya?" tanya jaksa.

"Saya dengar kalau nggak salah (Murakabi dibeli Irvanto seharga) Rp 300 juta. Saya kurang tahu juga," ucap Vidi.

"Waktu itu langsung ke Irvanto atau orang lain?" tanya jaksa lagi.

"Melepasnya ke pak Irvanto yang tanda tangan. Cuma pak Deni yang ngurus," jawab Vidi.

"Murakabi ini bergerak di bidang apa?" tanya jaksa.

"Perkartuan pak," balas Vidi.

Sebelumnya, Irvanto pernah membeberkan keikutsertaannya dalam proses lelang proyek pengadaan e-KTP. Perusahaan keponakan Novanto ini membentuk konsorsium yang dibahas dalam rapat di ruko Fatmawati.

"Pada saat ada tender e-KTP, Murakabi ikut serta, (saya) jadi ketua konsorsium," ujar Irvanto saat bersaksi di sidang e-KTP, Kamis (27/4/2017) lalu.


(haf/idh)
FOKUS BERITA: Sidang Setya Novanto
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed