DetikNews
Senin 29 Januari 2018, 23:04 WIB

646 Anak Terkena Wabah Campak, Kemenkes Kirim 1,2 Ton Obat ke Asmat

Jabbar Ramdhani - detikNews
646 Anak Terkena Wabah Campak, Kemenkes Kirim 1,2 Ton Obat ke Asmat Warga menggendong anaknya saat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Agats, Kabupaten Asmat, Papua, Senin (22/1). (Agung Rajasa/Antara Foto)
Jakarta - Sebanyak 1,2 ton obat sudah didistribusikan ke Kabupaten Asmat, Papua, untuk pengendalian kejadian luar biasa (KLB) kasus campak dan gizi buruk. Kemenkes RI telah mengirim 142,2 kg obat pada Selasa (16/1).

Pengiriman dilakukan bersamaan dengan keberangkatan 39 tenaga kesehatan untuk memenuhi pelayanan dan kebutuhan obat bagi penderita gizi buruk dan campak.


Obat tersebut terdiri atas Amoxicillin, salep antibakteri, parasetamol, infusion, vitamin, dan obat-obat lainnya yang dikemas dalam bentuk tablet, kapsul, botol, dan boks. Obat dikirim melalui Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, menuju Agats, Kabupaten Asmat, kemudian didistribusikan ke Distrik Sawa Erma, Kolof Brasa, dan Pulau Tiga pada Kamis (18/1) menggunakan speedboat.

Menteri Kesehatan Nila Djoewita Moeloek memastikan penanganan kasus campak dan gizi buruk berjalan sesuai kebutuhan dan bersifat kolaboratif bersama kementerian serta lembaga terkait lainnya.


"Kami bekerja sama dengan TNI, polisi, dan Kementerian Sosial secara terpadu. Kami membuat program 10 hari pertama ini sudah, 10 hari dilakukan beberapa kegiatan sampai tiga kali, sampai satu bulan," ujar Nila, Senin (29/1/2018).

Hal ini disampaikannya dalam Forum Merdeka Barat 9 di aula serbaguna Kominfo, Senin (29/1/2018). Nila telah meninjau langsung kondisi pasien anak-anak di Kabupaten Asmat pada Kamis (25/1). Ia berkunjung ke RSUD Agats dalam rangka penguatan manajemen rumah sakit.


Dia menyampaikan pesan berkaitan dengan sistem kewaspadaan dini dan respons yang harus diambil tim di daerah. Nila juga menyampaikan berbagai sarana yang disiapkan pemerintah pusat sebagai bentuk kolaborasi penanganan permasalahan kesehatan.

Tim kesehatan terpadu memastikan sudah memeriksa 12.398 anak sejak September 2017 hingga 25 Januari 2018. Mereka mendapat pelayanan kesehatan optimal. Nila juga mengkonfirmasi terdapat 646 anak terkena wabah campak dan 144 anak menderita gizi buruk.

Selain itu, ditemukan pula 25 anak suspect campak serta 4 anak yang terkena campak dan gizi buruk. Mereka ditangani di RSUD Agats dan tim gabungan Dinkes Provinsi Papua serta Kabupaten Asmat.


Data di Posko Induk Penanggulangan KLB Asmat di Agats menyebutkan 37 anak meninggal di Distrik Pulau Tiga, 15 anak di Distrik Fayit, 8 anak di Distrik Aswi, 4 anak di Distrik Akat, dan 6 lainnya meninggal di RSUD Agats.

Wabah campak dan gizi buruk dari September 2017 hingga 24 Januari 2018 mengakibatkan 65 korban meninggal akibat gizi buruk, 4 anak lainnya karena campak, dan 1 orang karena tetanus.
(jbr/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed