Mendagri Berencana Tempatkan Perwira TNI/Polri Jadi Pj Gubernur Papua

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Senin, 29 Jan 2018 13:59 WIB
Foto: Andhika Prasetya/detikcom
Jakarta - Selain Jawa Barat dan Sumatera Utara, Mendagri Tjahjo Kumolo juga akan menempatkan anggota TNI-Polri menjadi Penjabat (Pj) Gubernur di Papua. Namun belum ada nama yang diusulkan menjadi Pj Gubernur di bumi Cendrawasih.

"Papua akan saya tempatkan yang sama. Ya bisa polisi, bisa unsur TNI. Gitu aja," kata Tjahjo di Hotel Ghardika, Jalan Iskandarsyah Muda, Jaksel, Senin (29/1/2018).


Tjahjo mengaku telah berkomunikasi dengan Menkopolhukam Wiranto terkait jabatan Pj Gubernur tersebut. Dia masih menunggu nama yang direkomendasikan oleh Wiranto.

"Ya belum ada masukan. Makanya saya minta Pak Menko Polhukam, ada nggak Pak Deputi bapak disampaikan siapa. Kan tunggu dulu," ujarnya.

Menurut Tjahjo, penempatan TNI-Polri sebagai Pj Gubernur juga memperhatikan aspek kerawanan Pilkada. Setiap lembaga mempunyai pemetaan sendiri terkait tingkat kerawanan tersebut.

"Pemetaan Polri silakan tanya Polri. Kami juga punya data-data kerawanan. Implikasi pilkada serentak yang ada di Papua, sampai kantor saya dirusak juga, kan bagian dari pada telaahan hasil yang ada," imbuhnya.


Selain itu, Tjahjo juga mempersiapkan calon lain bila usulan dua perwira aktif Polri tidak disetujui oleh Presiden menjadi Pj Gubernur di Sumatera Utara dan Jawa Barat. Kata Tjahjo, pengganti calon tersebut bisa dari kalangan mana saja asalkan sesuai aturan.

"Iya dong. Semua calon pasti harus sia. Ya yang memenuhi aturan UU," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Calon Gubernur-Calon Wakil Gubernur Papua Lukas Enembe dan Klemen Tinal (Lukmen) petahana resmi mendaftar ke KPU Provinsi Papua. Mereka berpasangan kembali dalam Pilgub Papua dan diusung oleh 9 partai koalisi dengan 42 kursi di DPR Papua yakni Partai Demokrat 16 kursi, Golkar 6 kursi, Hanura 5 kursi, PKB 5 kursi, Nasdem 3 kursi, PKS 3 kursi, PAN 2 kursi, PKPI 2 kursi dan PPP 1 kursi. (knv/tor)