Perkuat Maritim Air Strike, TNI AU Amankan Laut Nusantara

Seysha Desnikia - detikNews
Jumat, 26 Jan 2018 11:19 WIB
Foto: dok. TNI AU
Jakarta - Pemerintahan Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla memiliki program Nawacita yang salah satu tujuannya menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

TNI AU mendukung program tersebut dengan memperkuat keamanan laut Nusantara melalui eksekusi serangan udara atau "Maritim Air Strike" dan "Maritim Air Support".

Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Yuyu Sutisna mengatakan "Maritim Air Strike" dan "Maritim Air Support" merupakan bentuk pengamanan TNI AU terhadap segala bentuk pelanggaran di perairan Nusantara. Setiap pelanggaran akan dieksekusi dengan "Maritim Air Strike" dan didukung "Maritim Air Support"

"Itu ("Maritim Air Strike" dan "Maritim Air Support" bagian dari kita mendukung program pemerintah. Kita ada di program Nawacita kemudian aktualisasinya adalah apa yang bisa kita berikan terhadap pengamanan maritim itu. Tentunya kita harus menyiapkan untuk eksekusi apabila ada pelanggaran di maritim. Eksekusinya dengan maritim airstrike kemudian supportnya itu kita siapkan kita fokus ke situ," ujar Yuyu usai membuka rapat pimpinan TNI AU di gedung Serbaguna Suharnoko Harbani, kompleks Mabes TNI AU, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (26/1/2017).

Menurut Yuyu, sistem pengaman TNI AU untuk keamanan laut Nusantara itu juga sudah masuk ke dalam rencana strategis (renstra) TNI AU. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto pun sudah memberikan penekanan ke program tersebut.

"Memang di dalamnya (rencana strategis) sudah ada, kita menggariskan dari postur itu sudah ada bagiannya. Hanya selain yang menjadi penekanan bapak Panglima TNI, itu tahun ini kita juga masukan itu," kata Yuyu.


Sebelumnya, Yuyu menyebut ada beberapa kebijakan jangka pendek Panglima TNI yang diamanatkan ke TNI AU untuk tahun 2018. Salah satu kebijakan tersebut mendukung pengamanan Pilkada serentak 2018.

"Dari situ kita jabarkan kira kira apa yang harus dilaksanakan oleh matra udara kita sendiri punya perencanaan baik jangka pendek, tengah dan panjang yang mengacu pada renstra. Dari situ kita gabungkan kepada perencanaan panglima TNI. Pada saat ini kita akan melaksanakan apa yang menjadi kebijakan Panglima TNI tersebut," jelas Yuyu.

"Contoh yang digariskan bapak Presiden untuk pilkada, itu harus kita dukung, kemudian pembangunan kekuatan harus kita lakukan," imbuhnya. (nvl/fdn)