DetikNews
Sabtu 20 Januari 2018, 02:41 WIB

Pembunuh Juragan Kos di Jayapura Punya Sejumlah Catatan Kriminal

Mei Amelia R - detikNews
Pembunuh Juragan Kos di Jayapura Punya Sejumlah Catatan Kriminal Ilustrasi (Bagus Kurniawan/detikcom)
Jakarta - Tiga perampok sadis yang menewaskan Ny Any Wijaya (60) di Abepura, Kota Jayapura, ditangkap polisi. Salah satu tersangka, Marcelino Imbang alias Marco, ternyata memiliki sejumlah catatan kriminal.

"Tersangka ini kerjaannya ngutang ke sana-kemari. Dia pernah dilaporkan kasus dugaan penipuan terkait persoalan itu," ujar Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Papua Kompol Awaludin Amin kepada detikcom, Sabtu (20/1/2018).

Tersangka juga diduga pernah melakukan perampokan di Polimak, Jayapura, beberapa waktu sebelumnya. Hanya, dalam kejahatan ini korban tidak sampai dibunuh.

"Waktu merampok di Polimak itu, tersangka ini pernah menemui temannya di rumahnya untuk meminjam uang. Korban perampokan itu adalah tetangga temannya yang meminjamkan uang sama dia," tutur Awal.

Tersangka Marco diduga menjadi otak perampokan dan pembunuhan tersebut. Tersangka mengenal korban jauh hari sebelum korban akhirnya dirampok dan dibunuh.

"Jadi tersangka ini pernah bekerja di tukang bunga. Nah, salah satu penghuni kos di rumah korban, Jetro Hasiholan, itu pernah memesan karangan bunga dari tempatnya bekerja dan dikirimlah bunga itu ke rumah korban. Di situlah kenalnya dengan korban," paparnya.

Selain Marco, polisi menangkap dua rekannya, yakni Andreas Wakum dan Jenly Ogata. Ketiganya ditangkap di Pelabuhan Jayapura, Jl Koti, Kelurahan Numbay, Jayapura, pada Kamis (18/1), oleh tim gabungan Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Papua dan Unit Reskrim Polsek Abepura di bawah pimpinan Kompol Awaludin.

Para tersangka sebelumnya melakukan perampokan di rumah korban di Jl Angsa Jalur I, Kelurahan Wahno, Distrik Abepura, Kota Jayapura, pada Selasa (16/1) sekitar pukul 11.00 WIT. Ketiga pelaku mendatangi rumah korban berboncengan satu motor, berpura-pura mencari tempat kos di rumah korban.

Sebelum terjadi perampokan, ketiga pelaku sempat bertemu dengan seorang penghuni kos, Jetro Hasiholan. Kepada saksi, saat itu mereka berpura-pura menanyakan perihal kamar kos di rumah korban.

Saksi kemudian meminta istrinya memanggil ibu kosnya itu. Korban pun kemudian keluar dan menemui ketiga pelaku. Saksi tidak sempat mencurigai terjadinya perampokan karena saat itu langsung meninggalkan korban dan menonton televisi.

Korban ditemukan tewas oleh saksi pada Rabu (17/1). Saksi curiga karena korban tidak menutup pintu kamar seharian penuh. Korban tewas dengan posisi kedua tangan diikat kain dan wajahnya dibelit kain.

Dalam peristiwa itu, para pelaku mengambil 100 gram perhiasan emas, 2 unit motor, dan ponsel milik korban. Perhiasan emas korban dijual oleh para pelaku, sementara hasil kejahatan hanya tersisa Rp 40 ribu.
(mei/bag)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed