DetikNews
Jumat 19 Januari 2018, 17:46 WIB

Kapolri akan Beri Reward ke Pengungkap 1,3 Ton Ganja di Jakbar

Mei Amelia R - detikNews
Kapolri akan Beri Reward ke Pengungkap 1,3 Ton Ganja di Jakbar Penampakan ganja 1,3 ton di Polres Jakbar (Samsdhuha WIldansyah/detikcom)
Jakarta - Kapolri Jenderal HM Tito Karnavian mengapresiasi jajaran Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat yang berhasil mengungkap 1,3 ton ganja asal Aceh. Kapolri akan memberikan reward atas kinerja Polres Metro Jakbar yang menggagalkan peredaran narkoba tersebut.

"Saya memberikan reward dan punishment, bagi anggota yang mampu mengungkap kasus narkoba, apalagi skala besar, saya akan kasih penghargaan. Seperti beberapa waktu lalu, sabu 1 ton saya berikan KPLB (kenaikan pangkat luar biasa). Saya berikan penghargaan juga untuk pengungkap di Jakbar 1,3 ton ganja saya juga berikan penghargaan dalam bentuk sekolah, kenaikan pangkat, dan lain-lain," terang Tito di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (19/1/2018).


Tito berkomitmen memberikan penghargaan kepada anggota yang berprestasi. Sebaliknya, anggota yang terlibat dalam jaringan narkotika akan ditindak tegas dan diberi hukuman berat.

"Anggota yang terlibat kita beri tindakan sekeras-kerasnya bukan hanya sanksi internal, tapi eksternal, termasuk pecat dan proses pidana," tuturnya.

Tito juga menekankan kepada jajaran untuk terus memberantas peredaran narkotika. Ia meminta anggotanya menindak tegas bandar narkoba, terutama yang melakukan perlawanan.


"Saya tekankan kepada anggota tindak tegas, kalau perlu tembak matilah kalau (bandar) melawan ngelawan. Kemarin anggota kita di Jakarta Barat dipukul di Jakarta Utara ini sama, kita kasih reward (kepada anggota tersebut), kemudian Kapolres Jakbar Pak Hengki juga tindak tegas tersangka, tembak mati tersangkanya," sambungnya.

Peredaran narkoba di Indonesia semakin mengancam. Untuk mencegah peredaran narkoba tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, melainkan perlu ada kerja sama antarlintas sektoral.

"Saya sudah mem-push, menekan seluruh jajaran untuk melalukan langkah-langkah simultan antara pencegahan, penindakan dan rehabilitasi. Ini tiga kegiatan yang tidak bisa dipisahkan," ungkapnya.


Selain melakukan penindakan, upaya pencegahan hingga rehabilitasi terhadap penyalah guna narkotika tentu harus terus dilakukan. Untuk melakukan pencegahan ini, Polri tidak bisa berdiri sendiri, melainkan perlu ada kerja sama dengan instansi lainnya yang terkait.

"Harus ada pencegahan melalui edukasi, kampanye, dan lain-lain, harus ada kerja sama lintas sektoral dan instansi. Polri kerja sama dengan BNN dan instansi lain untuk melakukan pencegahan," tutur Tito.

Begitu juga upaya rehabilitasi bagi penyalah guna narkotika, perlu adanya kerja sama yang intensif di antara instansi terkait.


"Rehab ini lintas sektoral, ketiganya harus disinergikan, memerlukan kerja sama lintas instansi pusat-daerah bahkan non-pemerintah," ucap Tito.

Meningkatkan kesejahteraan kelas menengah menjadi salah satu faktor meningkatnya pasar narkoba di Indonesia bagi jaringan luar negeri.

"Sekitar 250 juta penduduk kalau seandainya yang sejahtera kelas menengahnya 30 persen itu menggunakan sudah 80 juta (jiwa), itu besar sekali. Oleh karena itu, perlu ada tindakan extraordinary," tandasnya.
(mei/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed