DetikNews
Rabu 17 Januari 2018, 14:13 WIB

Ada Rapat, Menristek Belum Bisa Klarifikasi soal Laporan Teror 'PKI'

Mei Amelia R - detikNews
Ada Rapat, Menristek Belum Bisa Klarifikasi soal Laporan Teror PKI Menristek Dikti M Nasir/Foto: Kemenristek Dikti
Jakarta - Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) M Nasir belum bisa memenuhi undangan klarifikasi terkait laporannya soal teror 'PKI'. Menteri Nasir berhalangan hadir karena ada rapat.

"Beliau ada kesibukan, ada rapat sehingga tidak bisa memenuhi undangan klarifikasi," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada detikcom, Rabu (17/1/2018).

Argo belum bisa memastikan kapan Menteri Nasir bisa dimintai keterangan terkait laporan tersebut. Polisi akan menyesuaikan jadwal dengan menteri.

"Nanti tergantung kesediaan beliau, kalau misalnya meminta diperiksa di kantornya atau di mana, kita yang jemput bola," imbuh Argo.

Laporan tersebut diwakilkan Nasir ke pengacaranya, Polaris Siregar, pada Rabu (10/1) malam. Dalam laporan bernomor LP/160/I/2018/PMJ/Dit.Reskrimsus itu, Nasir merupakan korban.

Pasal yang dilaporkan dugaan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik melalui media elektronik sesuai Pasal 27 ayat 3 jo Pasal 45 ayat 3 UU RI No 19 Tahun 3016 tentang ITE dan/atau Pasal 310 KUHP dan/atau Pasal 311 KUHP.

Kasus ini berawal ketika Nasir menerima pesan via WhatsApp dari nomor handphone 0813.8643.xxxx pada 9 Januari 2018. Dalam pesan tersebut, Nasir juga dihina.

"PTN Terus jadi korban percobaan berkeputusan dan kepemimpinan Sinasir gxxxxx. Walaupun saya bukan rektor tetapi memahami jeritan hati perilaku Nasir yang lebih kejam dari PKI. Jangan-jangan Nasir juga ini turunan PKI," demikian isi pesan misterius itu.


(mei/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed