DetikNews
Sabtu 13 Januari 2018, 15:09 WIB

Tak Jauh dari Sekolah Kolong, Satu Madrasah di Maros Terancam Tutup

M Bakrie - detikNews
Tak Jauh dari Sekolah Kolong, Satu Madrasah di Maros Terancam Tutup Kondisi madrasah yang berada di lokasi terpencil di Maros, Sulawesi Selatan. (M Bakrie/detikcom)
Maros - Sebuah madrasah di Maros, Sulawesi Selatan, terancam ditutup lantaran minimnya tenaga pengajar. Madrasah ini berlokasi tak jauh dari sekolah kolong rumah di Kampung Bara-baraya, Dusun Tanete Bulu, Desa Bonto Manurung, Kecamatan Tompobulu, Maros.

Madrasah ini berada di Dusun Bara, Desa Bonto Somba, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Sulsel. Madrasah ini berada di tempat yang sangat terpencil sehingga sulit diakses.


Madrasah ini memiliki lebih dari 70 siswa tingkat ibtidaiah (dasar) dan tsanawiah (menengah pertama). Namun madrasah ini hanya mempunyai satu tenaga pengajar yang berdomisili jauh dari madrasah.

Suasana di madrasah yang terancam tutupSuasana di madrasah yang terancam ditutup. (M Bakrie/detikcom)

Hal ini membuat jadwal belajar siswa tergantung kedatangan guru. Terkadang, praktik belajar-mengajar hanya dilakukan tiga kali seminggu. Kadang tak ada sama sekali.

Bukan tanpa alasan guru di madrasah ini hanya datang sesekali. Selain harus berjalan kaki selama lima jam dengan medan sulit, gurunya juga seorang perempuan.


"Sudah sepekan terakhir ini, anak-anak kami libur, karena gurunya tidak datang. Kasihan juga sama ibu gurunya karena jauh jalan kaki ke sini," kata salah seorang warga, Sabaria, Sabtu (13/1/2018).

Madrasah ini sudah ada sejak 2013 dan merupakan kelas jauh dari Yayasan Pondok Pesantren Al-Muhajirin Darul Dakwa wal Irsyad (DDI) Sakeang Maros.

Awalnya, murid belajar di kolong rumah warga. Pada 2016, sekolah di atas perbukitan ini mulai dibangun atas swadaya masyarakat setempat.


"Sekolah ini dibangun atas swadaya masyarakat tahun 2016. Kami sangat senang karena anak kami sudah bisa sekolah," ucap Sabaria.

Padahal siswa dan masyarakat yang ada di Maros punya antusiasme tinggi dalam menempuh pendidikanPadahal siswa dan masyarakat yang ada di Maros punya antusiasme tinggi dalam menempuh pendidikan (M Bakrie/detikcom)

Sewaktu-waktu, kata dia, beberapa relawan datang bermalam dua sampai tiga hari untuk mengajar dan membagikan bantuan buku di madrasah itu. "Biasanya juga hanya mahasiswa dan relawan yang mengisi pembelajaran tapi tidak menetap lama," lanjutnya.

Saat berkunjung, koordinator Indonesia timur Lembaga Keluarga Peduli Pendidikan (KerLiP) Bagus Dibyo Sumantri mengatakan, selain minat belajar siswa yang besar, perhatian orang tua luar biasa.


"Kesadaran akan pendidikan luar biasa besar, tapi memang sangat disayangkan karena tenaga pengajarnya yang terbatas. Kita harap ini ada solusinya," ungkapnya.

Menurut Bagus, sudah saatnya semua pihak terkait turun tangan. Pasalnya, kondisi ini nyaris terjadi di semua daerah pelosok di Kecamatan Tompobulu.

"Yang kami ketahui, ada tiga sekolah yang kondisinya sama dengan ini dan sudah lama terjadi. Ironisnya mereka seolah luput dari perhatian," kata Bagus Dibyo.
(jbr/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed