DetikNews
Rabu 10 Januari 2018, 16:27 WIB

2017, Jasa Raharja Santuni 121.805 Korban Kecelakaan Senilai Rp 1,9 T

Raras Prawitaningrum - detikNews
2017, Jasa Raharja Santuni 121.805 Korban Kecelakaan Senilai Rp 1,9 T (Ki-ka) Direktur Komunitas Harian Kompas Rusdi Amral, Komisaris Utama Jasa Raharja Sulistyo Ishak, Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi, Direktur Utama Jasa Raharja Budi Setyarso, dan Managing Director LM FEB UI Toto Pranoto (Foto: detikcom)
Jakarta - Jasa Raharja telah menyerahkan santunan kepada 121.805 korban kecelakaan lalu lintas meninggal maupun luka-luka pada tahun 2017. Adapun nilai santunan yang dikeluarkan sebesar Rp 1,9 triliun.

Angka ini mengalami peningkatan sebesar 40,33% jika dibandingkan tahun 2016. Sebab, terjadi peningkatan nilai santunan yang diterima oleh korban maupun ahli waris korban sesuai Peraturan Menteri Keuangan RI No. 15/PMK.010/2017 dan No. 16/PMK.010/2017 tanggal 13 Februari 2017 dan berlaku sejak 1 Juni 2017.

Kenaikan nilai santunan ini tidak disertai dengan penyesuaian tarif iuran wajib dan sumbangan wajib dana kecelakaan lalu lintas jalan.

Sementara itu, pada tahun 2018 Jasa Raharja menaikkan anggaran sebesar Rp 2,5 triliun. Sebelumnya, Jasa Raharja membuat anggaran sebesar Rp 2 triliun dengan pencapaian sekitar Rp 1,9 triliun pada 2017.

"Untuk yang akan datang karena santunan dana itu naik dari Rp 25 menjadi Rp 50 juta, kami sediakan anggaran sebesar Rp 2,5 triliun untuk 2018," ujar Direktur Utama Jasa Raharja Budi Setyarso usai acara launching buku 'Service Transformation Perjalanan Jasa Raharja Mencapai Service Excellence' di The Westin, Jakarta, Rabu (10/1/2018).

Demi member informasi ke masyarakat mengenai pelayanan apa saja yang diberikan dan transformasinya, Jasa Raharja merangkum data tentang proses perkembangan pelayanan melalui 'Service Transformation Perjalanan Jasa Raharja Mencapai Service Excellence'. Buku ini disusun oleh BUMN Research Centre – LM FEB UI.



Diluncurkannya buku ini, kata Budi, bertujuan seluruh lapisan masyarakat mengetahui ragam inovasi dari Jasa Raharja sebagai penyelanggaraan program jaminan sosial.

"Masih banyak yang belum tau Jasa Raharja itu apa dan posisinya di mana. Kami melakukan penanganan korban meninggal 1x24 jam dan korban luka-luka paling lama 4 hari. Kemudian kami berpikir mengapa ini tidak ditulis, tidak didokumentasikan. Makanya ditulis dalam buku sebagai sejarah agar masyarakat tahu," jelasnya.

Turut hadir dalam acara ini Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi yang ikut meluncurkan buku Jasa Raharja.

"Kami (Kementerian Perhubungan) bersyukur Jasa Raharja sudah men-declare kegiatan baik. Sejalan dengan itu, kami juga harus meningkatkan pelayanan. Terima kasih Jasa Raharja atas upaya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat demi meningkatkan kinerja. Semoga kegiatan ini bisa memotivasi stakeholder lain," ujar Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi.
(ega/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed