Jenderal Budi Gunawan Pensiun dari Polri

Mei Amelia R - detikNews
Jumat, 05 Jan 2018 18:08 WIB
Jenderal Budi Gunawan (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta - Jenderal Budi Gunawan kini tak lagi menjadi perwira polisi aktif. Dia sudah memasuki masa pensiun dari Polri.

Namun masa pensiun tersebut tidak mengubah posisinya sebagai Kepala Badan Intelijen Negara (BIN). Sebelumnya, Jenderal Budi Gunawan berstatus sebagai perwira tinggi Polri yang ditugaskan di BIN.

Pensiunnya Budi Gunawan ini juga masuk dalam Surat Telegram Kapolri yang dikeluarkan pada 5 Januari 2018 dengan nomor ST/15/I/2018. Dalam surat telegram yang diterbitkan pada 5 Januari 2018 itu, Jenderal BG dimutasikan menjadi perwira tinggi (Pati) Baintelkam Polri dalam rangka pensiun.

Brigjen Pol Didik Purnomo juga dimutasikan dalam rangka pensiun. Sejumlah jenderal lain yang dimutasi dalam rangka pensiun adalah Brigjen Pol Suprayitno, Irjen Pol Arief Dharmawan, Brigjen Pol Eldi Azwar, Irjen Pol Bambang Hermanu, Irjen Pol Nicolaus Eko Riwayanto, Brigjen Pol Wakin Mardiwiyono, Brigjen Johanes Kwartanto, dan Brigjen Edi Kusworo.

Dalam surat telegram itu, ada 32 jenderal dan perwira menengah berpangkat komisaris besar polisi yang dimutasi dalam rangka pensiun. Sedangkan perwira menengah berpangkat kombes yang pensiun di antaranya Kombes Pol Sukarmiyati, Kombes Pol Halimah B Santoso, Kombes Wadiyana, dan Kombes Alamsyah Marzoeki.

Budi Gunawan atau yang kadang akrab disapa BG merupakan salah satu lulusan terbaik Akademi Kepolisian angkatan 1983. Budi lahir di Surakarta, 11 Desember 1959. Saat ini dia merupakan salah satu perwira intelektual terbaik yang dimiliki oleh korps baju cokelat. Dia tercatat selalu menempati peringkat pertama di setiap pendidikan Polri, seperti Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian, Sekolah Staf dan Pimpinan Polri (Sespim), dan Sekolah Perwira Tinggi (Sespati) Polri.

Sejumlah jabatan penting pernah diduduki Budi Gunawan. Saat berpangkat komisaris besar, Budi pernah menjabat Ajudan Presiden RI di masa pemerintahan Megawati Soekarnoputri. Sejak saat itu, kariernya terus menanjak.

Dia menjadi perwira termuda di angkatannya yang dipromosikan menyandang pangkat bintang satu alias brigadir jenderal sebagai Kepala Biro Pembinaan Karyawan (Binkar) Mabes Polri. Setelah itu, berturut-turut menjadi Kepala Sekolah Lanjutan Perwira Polri, lembaga yang menginduk pada Lemdikpol selama 2 tahun.

Budi Gunawan kemudian dipromosikan menjadi Kepala Kepolisian Daerah Jambi, yang merupakan Polda tipe B. Tak berapa lama kemudian, dia dipromosikan naik pangkat bintang dua atau inspektur jenderal (Irjen) dengan jabatan Kepala Divisi Pembinaan Hukum (Kadiv BinKum).

Dari Kadiv Binkum, Budi Gunawan dimutasi menjadi Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam). Sukses memimpin Divisi Propam, dia kemudian dipercaya memimpin kewilayahan sebagai Kapolda Bali, yang merupakan Polda tipe A.

Tak berapa lama kemudian, Budi Gunawan dipromosikan menjadi Kepala Lembaga Pendidikan Polri. Bintang di pundaknya pun bertambah menjadi tiga dengan pangkat komisaris jenderal.

Budi Gunawan memimpin Lemdikpol Polri yang membawahkan Akademi Kepolisian (Akpol), Sekolah Staf dan Pimpinan Polri (Sespim), Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), dan sejumlah lembaga pendidikan Polri.

Presiden Jokowi pada 10 Januari 2015 mengajukan nama Komjen Budi Gunawan sebagai calon tunggal Kapolri. Namun nasib berkata lain. Status tersangka yang sempat disandangnya--meski akhirnya gugur di praperadilan--akhirnya membuat kursi Kapolri jatuh ke Jenderal Badrodin Haiti.

Komjen Budi Gunawan kemudian dilantik sebagai Wakil Kepala Polri (Wakapolri) pada 24 April 2015. Pelantikan yang dipimpin Kapolri Jenderal Badrodin Haiti itu berlangsung tertutup di aula Ruang Rapat Pertemuan Utama (Rupatama) Mabes Polri.

Enam belas bulan menjadi Wakapolri, pada Jumat (2/9/2016), Presiden Jokowi mengajukan nama Komjen Budi Gunawan sebagai calon Kepala BIN ke Dewan Perwakilan Rakyat. Dan belakangan disetujui. (fjp/fjp)