DetikNews
Kamis 04 Januari 2018, 02:09 WIB

PAN Beri Dukungan Resmi ke Bima Arya-Dedie Rachim di Pilwakot Bogor

Parastiti Kharisma Putri - detikNews
PAN Beri Dukungan Resmi ke Bima Arya-Dedie Rachim di Pilwakot Bogor PAN resmi dukung Bima Arya-Dedie A Rachim di Pilwalkot Bogor 2018 (Foto: dok. PAN)
Jakarta - Partai Amanat Nasional (PAN) telah memberikan dukungan resmi terhadap pasangan Wali Kota Bogor Bima Arya dan mantan Direktur Pembinaan Jaringan dan Kerja Sama Antar Komisi dan Instansi di KPK Dedie A Rachim di Pemilihan Wali Kota Bogor. Surat keputusan (SK) dukungan pun telah diberikan kepada mereka.

"Zulkifli Hasan menegaskan dukungan untuk pasangan Bima Arya-Dedie A Rachim di Pilkada Kota Bogor. SK dukungan PAN diberikan malam ini di Jakarta, Rabu (3/1)," seperti yang tertulis pada keterangan resmi PAN, Rabu (3/1/2018).

Dukungan terhadap Bima dan Dedie pun disebut dalam pernyataan tersebut sebagai bagian dari komitmen PAN untuk menciptakan pemerintahan yang bersih dari korupsi. "Dukungan terhadap duet Bima-Dedie merupakan bagian dari komitmen PAN untuk memberantas Korupsi dan mewujudkan pemerintahan yang bersih," lanjut pernyataan tersebut.

Dengan diberikannya dukungan tersebut, PAN berharap agar sosok Dedie dapat membangun kota yang bersih dari korupsi mengingat Dedie merupakan sosok yang telah berpengalaman dalam memberantas korupsi.

"Zulhasan berharap sosok Dedie yang berpengalaman dalam pemberantasan korupsi bersama Bima Arya bisa membuat Bogor menjadi kota percontohan yang maju, membangun, dan bersih dari korupsi," sebut pernyataan itu.

Diberitakan sebelumnya, Dedie A Rachim memang telah dipastikan akan mendampingi Bima Arya pada Pilwalkot 2018. Dedie bahkan telah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Direktur Pembinaan Jaringan Kerja Sama Antar Komisi dan Instansi di KPK.

"Meskipun menurutnya ketentuan di UU mengatur pemberhentian dilakukan sejak pasangan calon ditetapkan KPK per Februari 2018, karena di KPK harus memberikan contoh baik dan meminimalkan konflik kepentingan sejak dini sampai penetapan tersebut, maka yang bersangkutan memutuskan menyampaikan pengunduran diri kepada pimpinan KPK sejak 27 Desember 2017 kemarin," ungkap Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Jumat (29/12).


(yas/dnu)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed