DetikNews
Rabu 03 Januari 2018, 18:06 WIB

Kata Polri soal Beda Kerja Satgas Anti-politik Uang dengan Gakkumdu

Audrey Santoso - detikNews
Kata Polri soal Beda Kerja Satgas Anti-politik Uang dengan Gakkumdu Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Mohammad Iqbal. (Istimewa)
Jakarta - Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Mohammad Iqbal menyampaikan mekanisme kerja Satgas Antipolitik Uang (Satgas Antimoney Politics) akan diatur Polri. Jadi nantinya wewenang satgas tak tumpang-tindih dengan Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) yang hadir saat momen pesta demokrasi.

"Itu mekanisme nanti kita atur. Kita akan atur secara teknis. Bisa aja Satgas Antimoney Politics verifikasi, lalu temuannya kita serahkan ke Gakkumdu," kata Iqbal kepada wartawan di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (3/1/2018).

Iqbal mengatakan Sentra Gakkumdu dan Satgas Antimoney Politics memiliki tujuan yang sama, yaitu menjamin pemilu aman dari praktik kecurangan. Iqbal menjelaskan kemungkinan adanya terobosan hukum untuk mengakomodasi kewenangan Gakkumdu dan satgas tidak berbenturan.

"Jadi goal Sentra Gakkumdu dan Satgas Money Politics untuk menjamin aman. Pengawasan dan proses penegakan hukum jika ada bukti pidana. Mungkin nanti ada terobosan hukum di situ. Hukum kan tidak statis," sambung Iqbal.


Iqbal menjelaskan teknis kerja Sentra Gakkumdu dan satgas ini akan berbeda. Namun perbedaan di antara keduanya belum dijelaskan lebih lanjut oleh Iqbal.

"(Sentra Gakkumdu) ada batasan waktu, limitatif waktu, sehingga kepolisian yang langsung menerima, juga verifikasi apakah pelanggaran administrasi yang ditangani panwas, apakah pelanggaran pemilu yang jaksa langsung melakukan proses penuntutan," urainya.

"Ini beda dengan satgas yang akan dibentuk Bapak Kapolri dengan KPK. Sentra Gakkumdu jelas, tapi Satgas Money Politics ini beda," jelasnya.
(aud/ams)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed