DetikNews
Selasa 02 Januari 2018, 23:37 WIB

Ada 1.058 Telepon ke Hotline Kasus Novel, Belum Ada Info Signifikan

Mei Amelia R - detikNews
Ada 1.058 Telepon ke Hotline Kasus Novel, Belum Ada Info Signifikan Novel Baswedan (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta - Kasus teror terhadap penyidik KPK Novel Baswedan sudah 264 hari berlalu. Namun, hingga awal tahun 2018 ini, polisi belum berhasil mengungkap pelakunya.

Bahkan Polda Metro Jaya telah menerima 1.058 penelepon melalui hotline. Namun, dari ribuan penelepon itu, belum ada informasi yang cukup signifikan untuk ditindaklanjuti polisi.

"Kita mendapatkan 1.058 laporan di hotline itu, ada 700 sekian telepon dan 300 sekian SMS. Jadi yang namanya untuk telepon tetap kita telepon kembali, untuk SMS juga tetap kita kirim," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (2/1/2018).


Argo menyampaikan, sejauh ini polisi belum mendapatkan informasi yang cukup berarti dari penyediaan hotline tersebut. Namun polisi masih terus bekerja untuk mengungkap siapa pelaku di balik teror penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK itu.

"Sampai sekarang belum dapat informasi yang signifikan, tetapi penyidik masih terus bekerja untuk mengungkap siapa sih yang melakukan," imbuh Argo.

Informasi yang masuk melalui hotline tidak cukup signifikan berkaitan dengan dugaan pelaku. Argo menyebutkan rata-rata penelepon atau pengirim SMS itu hanya untuk iseng dan ngetes polisi.


"Ada yang menanyakan sejauh mana perkembangan kasus itu, kemudian ada juga yang cuma iseng-iseng," sambungnya.

Ada pula yang menyarankan polisi untuk menggunakan paranormal dalam mengungkap kasus tersebut. Tetapi Argo menyampaikan hal itu tidak mungkin dilakukan karena polisi bekerja berdasarkan alat bukti.


"Nggaklah (pakai paranormal), polisi kan (bekerja) sesuai dengan bukti-bukti di lapangan saja," tutur Argo.

Penyiraman air keras terhadap Novel itu terjadi pada 11 April 2017. Saat itu Novel baru saja pulang dari masjid di dekat rumahnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara, setelah melaksanakan salat subuh.

Polisi menduga ada dua pelaku yang menggunakan sepeda motor. Mereka menyiramkan air keras ke wajah Novel yang mengakibatkan luka parah pada mata kirinya. Sampai saat ini Novel masih menjalani perawatan di Singapura.
(mei/yld)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed