DetikNews
Senin 01 Januari 2018, 18:49 WIB

Jasad Habsi Korban Kapal Terbalik di Tarakan Tiba di Rumah Duka

Sofyan - detikNews
Jasad Habsi Korban Kapal Terbalik di Tarakan Tiba di Rumah Duka Suasana di rumah duka. (Sofyan/detikcom)
Tarakan - Jasad bocah Muhammad Yusuf Al Habsi (7), korban kapal terbalik di Tarakan, Kalimantan Utara, tiba di rumah duka. Isak tangis pecah saat jenazah diturunkan dari angkutan jenazah.

Duka mendalam terlihat di kediaman almarhum, Senin (1/1/2018), pukul 18.00 WIT, saat jenazah mulai dikafani. Ibunda almarhum Andi Sari Rahmawati terlihat tegar melihat anak keduanya itu dibungkus kain putih setelah dimandikan. Meskipun matanya berkaca-kaca, dia berusaha tetap tegar untuk tidak menangis.

Suasana haru terlihat di wajah pelayat, yang merupakan kerabat terdekat almarhum. Kakek almarhum, Andi Sulaiman, yang juga menjadi penumpang kapal, mengatakan keluarganya memilih jadwal speedboat pagi supaya lebih cepat tiba di Tarakan.

Istri Andi, Hasnawati, harus mempersiapkan diri untuk kembali mengajar di salah satu SD Negeri di Tarakan. Saat menaiki kapal cepat Anugrah Jonan Ekspress, Sulaiman beserta keluarga tidak merasakan firasat apa pun.

[Gambas:Video 20detik]





Jumlah penumpang sesuai dengan kapasitas sehingga tidak terlihat adanya kelebihan beban. Bahkan di kursi depan masih terlihat ada yang kosong.

Ketika kapal akan berlayar, Sulaiman sudah mengingatkan Habsi untuk memakai life jacket. Namun almarhum menolaknya dengan alasan mengaku sudah terbiasa tidak menggunakan pelampung karena merasa bisa berenang.

Setelah kurang-lebih lima menit meninggalkan Pelabuhan Kayan 2 Tanjung Selor, tiba-tiba saja speedboat menabrak pohon. Seketika itu juga, speedboat oleng dan langsung terbalik.

Setelah kapal terbalik, Andi Sulaiman berhasil menyelamatkan dua cucunya, Nur dan Muhammad Adnan, istri serta anaknya Andi Sari Ramadani dengan mendorong pintu bagian depan. Bahkan dua anak lainnya yang bukan keluarganya juga sempat diselamatkan. Namun dia tidak mampu menyelamatkan Muhammad Yusuf Al Habsi.

Jasad Habsi Korban Kapal Terbalik di Tarakan Tiba di Rumah DukaSuasana di rumah duka (Sofyan/detikcom)

"Begitu masuk ke dalam, menyelam, mencari cucu saya Muhammad Yusuf Al Habsi sampai di dalam sudah bau bensin. Saya pun sudah keram. Saya kembali ke speedboat, buka celana dan pakai celana pendek. Ada yang teriak cucuku, cucuku, saya bilang sabar sajalah sudah. Biarlah anakmu meninggal. Yang penting kita usahakan bisa ketemu mayatnya," urai pria berusia 60 tahun ini.

Paman Habsi, Dedi Trishamdani, mengatakan, keponakannya adalah anak saleh dan memiliki kepribadian baik. Dedi juga sempat mengingat permintaan terakhir keponakannya itu melalui telepon kepada ayahnya yang ingin merayakan tahun baru dengan bakar-bakar bersama di Tarakan, pada malam tahun baru.

"Sering kalau omnya tidak sembahyang, dia selalu ingatkan untuk sembahyang. Makanya kami sayang betul sama dia," terangnya.
(rvk/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed