DetikNews
Minggu 31 Desember 2017, 16:29 WIB

Warga di Bogor Dianiaya, Polisi: Akibat Eksekusi Tanah Sepihak

Mei Amelia R - detikNews
Warga di Bogor Dianiaya, Polisi: Akibat Eksekusi Tanah Sepihak Foto: Dok. Istimewa
Bogor - Warga Jonggol, Kabupaten Bogor bernama Sulaiman melapor ke polisi menjadi korban penganiayaan, perampokan, dan perusakan. Polisi kemudian menepis kabar yang beredar bahwa penganiayaan itu berlatarbelakang masalah SARA.

Sulaiman melapor ke polisi dua kali, pada 23 Desember 2017 dan 24 Desember 2017. Kemudian beredar pernyataan dari pihak Sulaiman yang menyebut polisi lambat dalam menangani kasus tersebut. Kapolres Bogor AKBP AM Dicky Pastika lalu menemui Sulaiman pada Minggu (31/12/2017).

AKBP Dicky mengatakan personel dari Polsek Jonggol sudah mengecek TKP. Sulaiman sebagai pelapor belum diperiksa karena meminta diperiksa setelah Natal yaitu tanggal 3 Januari 2018. Oleh sebab itu, polisi lebih dahulu meminta keterangan dari terlapor.

"Dari hasil lidik kami sementara bahwa kasus ini dilatar belakangi dengan sengketa tanah, di mana pihak terlapor melakukan eksekusi tanah/ bangunan sepihak oleh pihak terlapor," kata AKBP Dicky dalam keteranngan tertulisnya.

Warga di Bogor Dianiaya, Polisi: Akibat Eksekusi Tanah SepihakFoto: Dok. Istimewa


Dari keterangan Sulaiman dan kerabatnya yang bernama Lili, perabot milik Sulaiman tidak ada di rumah karena ditaruh di kediaman kerabatnya itu. AKBP Dicky mengatakan keterangan Sulaiman dan Lili tidak menggambarkan bahwa ada perampokan.

"Pernyataan dari pihak pengacara mengenai adanya 'persekusi terkait masalah rasial' adalah sesuatu yang berlebihan karena perlakuan buruk atau kekerasan yang dilaporkan saudara Sulaiman hanya berlatar belakang sengketa tanah, bukan masalah SARA atau pandangan politik," paparnya.

Polisi juga mendapat keterangan dari Ketua RW yang bernama Edy Jantho bahwa aparat desa sudah 7 kali memediasi masalah pelapor dan terlapor soal sengketa tanah. AKBP Dicky menegaskan kasus ini bakal ditangani profesional.

"Kami berharap masalah ini tidak melebar pada masalah SARA tapi fokus pada masalah awalnya yakni main hakim sendiri dengan melakukan penganiayaan dan pengerusakan dan pihak kepolisian menjamin kasus ini akan ditangani secara profesional," tutup AKBP Dicky.
(imk/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed