detikNews
Minggu 31 Desember 2017, 03:36 WIB

150 Hektar Hutan Produksi di Aceh Dirambah, Polisi Sita Alat Berat

Datuk Haris Molana - detikNews
150 Hektar Hutan Produksi di Aceh Dirambah, Polisi Sita Alat Berat Foto: Reno Hastukrisnapati Widarto
Aceh Utara - Forum Konservasi Leuser (FKL) bersama Tim Reskrim Polres Aceh Tamiang dan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Langsa menemukan adanya praktek perambahan hutan produksi di Desa Kaloy, Kecamatan Tamiang Hulu, Aceh Tamiang, Aceh. Seluas 150 hektar lahan hutan telah dialih fungsikan menjadi perkebunan kelapa sawit.

"Banyak hutan produksi yang diubah fungsinya. Hutan produksi tersebut berubah fungsi menjadi kebun kelapa sawit," kata Koordinator wilayah FKL Langsa, Tezar Pahlevi dalam keterangannya, Sabtu (30/12/2017).

Dia menyebutkan kejadian perambahan hutan produksi tersebut diprediksi sudah dilakukan sejak Januari 2017 lalu. Dan dugaannya dilakukan oleh dua orang cukong atau pemilik modal.

Saat dilakukan konfirmasi kepada para pekerjanya di lokasi, mereka mengaku dua cukong tersebut berinisial SA, warga Aceh Tamiang dan AB warga Binjai, Sumatera Utara

Dari penelusuran tim gabungan di kawasan hutan produksi tersebut, berhasil menyita satu unit alat berat yang diduga menjadi alat untuk mempercepat perubahan fungsi hutan tersebut.

Sementara Kasat Reskrim Polres Aceh Tamiang Iptu Ferdian Chandra menyebutkan saat dilakukan penyisiran atas dugaan perubahan alih fungsi hutan produksi bersama FKL Langsa dan KPH Langsa ditemukan satu alat berat di kawasan hutan tersebut.

"Benar, saat kita lakukan penyisiran ditemukan satu unit alat berat. Saat ini sudah kita amankan di Mapolres Aceh Tamiang. Kita duga alat berat itu untuk membantu alih fungsi hutan tersebut namun saat ini terus kita lakukan penyidikan atas kasus tersebut," kata Ferdian dikonfirmasi detikcom, Jumat (30/12)


(adf/jor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com