DetikNews
Jumat 29 Desember 2017, 14:06 WIB

Ssst...Chatting Jadi Salah Satu Pemicu Tertinggi Cerai di Medan

Jefris Santama - detikNews
Ssst...Chatting Jadi Salah Satu Pemicu Tertinggi Cerai di Medan Ilustrasi (Foto: dok. Istimewa)
Medan - Sebanyak 1.827 pasangan suami-istri bercerai di Medan, Sumatera Utara. Pemicu tertinggi salah satunya chatting dengan teman perempuan yang berujung pada perselingkuhan hingga berakhir perceraian.

"1.827 pasutri bercerai. Ini data dari Januari hingga November 2017. Untuk data Desember ini masih dihimpun," kata Panitera Muda Gugatan Pengadilan Agama Medan Jumrik saat ditemui di PA Medan, Jalan Sisingamangaraja Km 8,8 Medan, Jumat (29/12/2017).

Ia mengatakan perceraian ini terjadi karena pasangan suami-istri mengalami perselisihan dan pertengkaran secara terus-menerus.

"Perselisihan karena si suami pulang laut malam, chatting dengan selingkuhan, hingga menjual perabot rumah tangga," ujar Jumrik.

Selain itu, permasalahan meninggalkan salah satu pihak menjadi pemicu keretakan dalam berumah tangga.

"Juga ada penyebabnya gangguan pihak ketiga, kekerasan dalam rumah tangga, dan ekonomi," cerita Jumrik.

Setiap tahun angka perceraian di Medan naik 10-20 persen. Dari perceraian ini, yang menjadi korban adalah anak.

"Ini tidak adanya pengertian antara suami dan istri. Harusnya kan suami mengayomi, melindungi istri dan anak-anaknya, bertanggung jawab sebagai kepala keluarga dalam rumah tangga. Kalau istri melayani suami dan anak. Karena anak butuh kasih sayang orang tua," jelas Jumrik.

Lebih lanjut ia mengatakan, sebelum majelis hakim memutuskan perkara, pasutri yang hendak bercerai dinasihati terlebih dahulu. Kemudian, ada upaya mediasi.

"Upaya-upaya ini ada yang berhasil, setiap bulan ada satu-dua pasutri. Yang bercerai ini dominan usianya 25-45 tahun," tutup Jumrik.
(asp/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed