DetikNews
Kamis 28 Desember 2017, 13:09 WIB

Sopir Truk yang Tewaskan Pelajar di Gowa Menyerahkan Diri

Mei Amelia R - detikNews
Sopir Truk yang Tewaskan Pelajar di Gowa Menyerahkan Diri Sopir truk menyerahkan diri (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta - Seorang pelajar Kelvin (15) meninggal dunia setelah ditabrak truk Fuso di Jl Poros Malino, Kampung Beru, Desa Lonjoboko, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa. Pengemudi truk, Saibh Daeng Rani, yang sempat kabur setelah menabrak korban, menyerahkan diri ke polisi.

"Pengemudi yang diduga melarikan diri kini telah berada di Unit Laka Polres Gowa setelah menyerahkan diri pada hari Rabu, 27 Desember 2017, pukul 23.00 Wita," kata Kasubag Humas Polres Gowa AKP Mangatas Tambunan kepada detikcom, Kamis (28/12/2017).

Peristiwa kecelakaan itu terjadi pada Rabu (27/12) pukul 13.30 Wita di Jl Poros Malino, Kampung Beru, Desa Lonjoboko, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa. Semula korban, yang berboncengan motor DD-6733-SD, dengan Tina Tasya (15), bergerak dari arah barat ke timur.

"Setiba di TKP, motor berserempetan dengan sebuah mobil Mitsubishi Fuso warna oranye yang bergerak dari arah timur ke barat," ungkap Mangatas.

Akibat kecelakaan tersebut, Kevin meninggal di tempat, sementara Tania mengalami luka patah tangan kiri. Pengemudi truk saat itu langsung melarikan diri.

Lebih jauh mengenai kecelakaan tersebut, Mangatas menyampaikan pihaknya tidak serta-merta menetapkan pengemudi truk sebagai tersangka. Untuk menetapkan seseorang sebagai tersangka dalam kasus kecelakaan lalu lintas, polisi harus berdasarkan pada olah tempat kejadian perkara dan keterangan saksi.

"Kemudian dari kedua hal tersebut, Polri dapat mengetahui kelalaian dari tiap pengemudi dan saat itulah Polri dapat menentukan seorang sebagai tersangka," sambungnya.

Selama ini, masyarakat berasumsi bahwa jika terjadi kecelakaan yang melibatkan kendaraan roda empat dan roda dua, maka yang menjadi tersangka adalah pihak pengendara roda empat.

"Asumsi tersebut tidak tepat," sanggahnya.

Berkaca dari kasus kecelakaan yang menewaskan pelajar itu, polisi mengimbau masyarakat menaati peraturan lalu lintas. Para orang tua juga diimbau tidak memberikan kendaraan kepada anak yang belum cukup umur.

"Kepada orang tua diminta tidak memberi keleluasaan berkendaraan bagi anak-anaknya yang masih di bawah umur," tuturnya.
(mei/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed