detikNews
Jumat 22 Desember 2017, 01:37 WIB

Razia Permukiman Warga, Polisi Amankan Pedagang Obat-Penghuni Kos

Audrey Santoso - detikNews
Razia Permukiman Warga, Polisi Amankan Pedagang Obat-Penghuni Kos Foto: Polisi menggelar razia di pemukiman warga, Jl Hidup Baru, Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. (Audrey-detikcom)
Jakarta - Polisi menggelar razia di permukiman warga, Jl Hidup Baru, Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Hasilnya tiga pria diamankan terkait jual beli diduga obat penenang, seorang dirazia karena menjual minuman keras, dan pasangan muda mudi karena berada di dalam kamar kos.

Razia digelar oleh Satres Narkotika Polres Jakarta Selatan dan dipimpin langsung Kasat Narkotika Kompol Vivick Tjangkung. Kegiatan ini melibatkan babinsa serta warga setempat.

Lokasi yang dituju pertama kali adalah dua toko obat. Toko obat tersebut dikabarkan menjual obat penenang. Di salah satu toko obat, terlihat seorang pembeli dan obat yang dibeli diduga obat penenang.

"Ini obat apa?" tanya Vivick kepada pembeli tersebut, Jl Hidup Baru, Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (21/12/2017) malam.

"Obat penenang, Bu," jawab pembeli itu.

Razia Permukiman Warga, Polisi Amankan Pedagang Obat-Penghuni KosFoto: Polisi menggelar razia di pemukiman warga, Jl Hidup Baru, Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. (Audrey-detikcom)
Vivick lalu meminta si pembeli menunjukkan resep obat namun tak ada. Kepada pedagang di toko obat itu, Vivick juga menanyakan apakah ada atau tidak izin melakukan kegiatan jual beli obat.

"Tau nggak ini nggak boleh?" tanya Vivick ke pedagang.

Pedagang itu menjawab tidak tahu. Akhirnya diputuskan si pedagang dan pembeli dibawa ke Mapolres Jakarta Selatan untuk diperiksa. Di toko obat satunya, polisi mengamankan pedagang saja.

Razia dilanjutkan ke kios jamu. Di kios itu polisi menemukan minuman keras yang dioplos dengan minuman soda dan minuman energi. Si pemilik kios mengaku baru sekali ini menjual miras.

"Jangan bikin rusak kampung saya, Pak. Di sini ada masjid," teriak seorang warga berkopiah dan baju koko serba putih.

"KTP-mu mana? Sudah dua kali gini. Di (warung jamu) sini sudah saya tandain ya," kata Babinsa lingkungan itu, Serda Iwan Irawan.

Vivick lalu menjelaskan kepada si penjual jamu bahwa warga sekitar tidak terima. Dia menerangkan dampak miras yang mampu menghilangkan kesadaran seseorang.

"Warga tidak bisa menerima Bapak dengan cara (berjualan miras) seperti ini. Ini merusak. Kalau mereka jadi peminum, mereka bisa berbuat apa saja tanpa sadar," jelas Vivick.

Si penjual jamu pun diamankan petugas meski dia bersumpah baru sekali menjual miras. Vivick memerintahkan anggotanya untuk mengangkut miras yang ada di kios dan menutup kios tersebut.

"Saya baru sekali, demi Allah," lirih si penjual jamu.

Lokasi terakhir yang menjadi sasaran razia adalah kos-kosan di dalam gang sempit. Awalnya seluruh kamar kos diketuk dan penghuni diminta keluar. Anggota kepolisian pun meminta izin kepada penghuni untuk masuk dan menggeledah tiap-tiap kamar.

Di sana mayoritas penghuni kos adalah wanita. Namun ada satu kamar kos yang di dalamnya terdapat pasangan muda mudi. Lucunya si perempuan bersembunyi di dalam lemari baju karena takut dirazia.

"Ada yang ngumpet di lemari," kata petugas melapor kepada Vivick.

Razia Permukiman Warga, Polisi Amankan Pedagang Obat-Penghuni KosFoto: Polisi menggelar razia di pemukiman warga, Jl Hidup Baru, Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. (Audrey-detikcom)
Keluarlah perempuan muda dari dalam lemari cokelat. Sementara yang membukakan pintu petugas saat hendak digeledah adakah seorang pemuda. Pemuda itu kemudian diminta untuk melakukan tes urine untuk diketahui apakah dia mengonsumsi narkotika atau tidak.

"Bukan suami istri, nanti didata," tutur Vivick.

Keduanya pun dibawa ke mapolres. Vivick lalu memberikan imbauan lewat pengeras suara kepada seluruh penghuni kos untuk menjaga kehormatan seorang wanita.

"Para penghuni kost yang terhormat, jaga harga diri anda. Di sini anda sudah melihat masyarakat mendukung pengawasan jika ada kelalaian di kos ini. Kalau terulang lagi kaya di kamar ujung, maka anda cari masalah sendiri," imbau Vivick.

Kepada wartawan Vivick menerangkan semua orang yang malam ini diamankan, dinilai berperilaku menyimpang dari aturan. Mereka akan diinterogasi sesampainya di mapolres.

"Kami amankan semua yang menurut kami ada menyimpangan. Kami lakukan interograsi ada penyimpangan atau tidak. Obat yang disita masih kita selidiki, harus kita cek betul, apakah obat narkoba, obat biasa atau obat lain," jelas Vivick.
(aud/nvl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com