Praperadilan Setya Novanto Gugur, KPK: Kita Masuki Lembaran Baru

Nur Indah Fatmawati - detikNews
Kamis, 14 Des 2017 14:46 WIB
Kabiro Humas KPK Febri Diansyah (Foto: Agung Pambudhy/detikcom)
Kabiro Humas KPK Febri Diansyah (Foto: Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - Praperadilan yang diajukan Setya Novanto dinyatakan gugur. KPK menyambut baik penetapan gugurnya praperadilan tersebut.

"Sama-sama kita hormati penetapan praperadilan tersebut," ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada detikcom, Kamis (14/12/2017).

"Setelah ini, penanganan kasus e-KTP akan memasuki lembaran baru," imbuh Febri.


Lembaran baru yang dimaksud Febri yaitu Novanto sebagai bagian dari kluster politik dalam pusaran kasus korupsi e-KTP. KPK sejak awal memang telah membagi 3 kluster para pihak yang diduga terlibat dalam kasus tersebut yaitu pemerintah (Irman dan Sugiharto), swasta (Andi Agustinus alias Andi Narogong), dan terakhir DPR dengan 'perwakilannya' yaitu Novanto.

"KPK akan fokus pembuktian perkara pokok untuk terdakwa Setya Novanto. Setya Novanto adalah terdakwa pertama di kluster politik," ujar Febri.

Pada pagi tadi, hakim tunggal Kusno menetapkan praperadilan yang diajukan Novanto gugur. Kusno berpendapat sidang pokok dugaan korupsi e-KTP sudah dimulai, bahkan dakwaan sudah dibacakan. Putusan ini sesuai dengan Pasal 82 ayat (1) huruf d KUHAP dan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK).


Dalam pokok perkara, Novanto didakwa menerima commitment fee sebesar USD 7,3 juta serta jam tangan Richard Mille yang harganya setara dengan USD 135 ribu saat ini. Novanto bersama anggota DPR lainnya disebut menerima jatah 5 persen dari nilai proyek Rp 5,9 triliun.

Atas perbuatannya itu, Novanto dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana. Dari uraian pasal tersebut, Novanto terancam hukuman pidana penjara seumur hidup. (nif/dhn)