DetikNews
Selasa 12 Desember 2017, 12:05 WIB

Pelaku Buang Jasad Pria ke Eks Stasiun Gunungputri Guna Hapus Jejak

Mei Amelia R - detikNews
Pelaku Buang Jasad Pria ke Eks Stasiun Gunungputri Guna Hapus Jejak Foto: Polisi olah TKP penemuan mayat di eks Stasiun Gunungputri, Bogor. (Istimewa-detikcom)
Bogor - Muhamad Amin (35) dibunuh lalu jasadnya dibuang di eks Stasiun Gunungputri, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor. Pelaku membuang jasad korban untuk menghapuskan jejak.

Kapolres Bogor AKBP AM Dicky Pastika Gading mengatakan pelaku membawa korban ke lokasi setelah kondisi korban sudah tidak bernyawa.

"Pelaku menyeret korban yang sudah meninggal dunia ke rel kereta api untuk menutupi jejak pembunuhan, sehingga seolah-olah korban kecelakaan kereta api," terang Dicky kepada detikcom, Selasa (12/12/2017).


Namun, dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), bukti-bukti, keterangan saksi, dan juga fakta-fakta di lapangan menunjukkan Amin sebagai korban pembunuhan. Hasil autopsi juga menunjukkan adanya kekerasan pada tubuh korban yang merupakan warga Klapanunggal, Kabupaten Bogor itu.

"Ada bekas seretan korban di lokasi, kemudian di wajah korban juga terdapat luka bekas sayatan," imbuh Dicky.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Bimantoro mengatakan korban dibunuh oleh tersangka Nanang Kurniawan alias Ponco. Sebelumnya, korban dan pelaku minum minuman keras di stasiun tersebut.


"Kemudian terjadi pertengkaran hungga akhirnya mengakibatkan korban tewas akibat luka tusuk dengan menggunakan obeng yang diambil dari motor tersangka Ajay Maulana," terang Bimantoro.

Mengetahui korban tewas, selanjutnya Nanang menyeret jasad korban dan membuangnya di rel kereta api. Selanjutnya, Nanang mengambil motor dan handphone korban.

"Kemudian tersangka Nanang ini membawa motor korban, lalu dibawa ke rumah tersangka Sofwa Taawlloh," ungkapnya.


Motor korban dipereteli tersangka Nanang dan Sofwa. Selanjutnya, mereka menjual motor yang sudah dipereteli itu kepada tersangka Semiyanto.

Tersangka Nanang Cs selanjutnya ditangkap pada Minggu (10/12) di beberapa lokasi berbeda. Dari para pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti di antaranya obeng, motor korban yang sudah dipreteli, dan motor pelaku.

"Para pelaku dijerat dengan Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dan Pasal 365 KUHP ayat (4) tentang Pencurian dengan Kekerasan jo Pasal 480 KUHP tentang Penadahan," terang Bimantoro.
(mei/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed