DetikNews
Kamis 07 Desember 2017, 21:26 WIB

Andi Juga Dituntut Bayar Uang Pengganti USD 2,1 Juta dan Rp 1,1 M

Faiq Hidayat - detikNews
Andi Juga Dituntut Bayar Uang Pengganti USD 2,1 Juta dan Rp 1,1 M Andi Narogong (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - Terdakwa kasus korupsi proyek e-KTP Andi Agustinus alias Andi Narogong dituntut pidana penjara 8 tahun. Selain itu, Andi dituntut membayar uang pengganti USD 2.150.000 dan Rp 1,1 miliar.

"Menjatuhkan pidana tambahan terhadap terdakwa Andi Narogong untuk membayar uang pengganti USD 2.150.000 dan Rp 1,1 miliar," kata jaksa saat sidang tuntutan terdakwa Andi Narogong di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta, Kamis (7/12/2017).

Menurut jaksa, jika Andi Narogong tidak dapat membayar uang pengganti, harta bendanya disita oleh KPK dan dilelang untuk membayar uang pengganti tersebut. Karena itu, Andi diminta membayar uang pengganti tersebut.

"Dalam hal ini, terpidana tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti, maka dipidana penjara selama 3 tahun," ucap jaksa.

Uang pengganti tersebut merupakan keuntungan Andi Narogong yang didapatkan dalam proyek e-KTP. Namun Andi sudah membayar uang pengganti sebesar USD 350 ribu kepada KPK.

Dalam kasus ini, Andi Narogong dituntut 8 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan. Andi diyakini jaksa terbukti terlibat kasus korupsi proyek e-KTP.

Andi disebut jaksa melanggar Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.
(fai/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed