DetikNews
Kamis 07 Desember 2017, 13:53 WIB

Kata Pengacara Bos First Travel Butuh Rp 1,3 T Biayai Umrah Jemaah

Denita Matondang - detikNews
Kata Pengacara Bos First Travel Butuh Rp 1,3 T Biayai Umrah Jemaah Bos First Travel Andika Surachman /Foto: Grandyos Zafna.
Jakarta - Pengacara bos First Travel, Rusdianto Matulatuwa menaksir biaya memberangkatkan 50 ribu calon jemaah umrah butuh Rp 1,3 triliun. Selain meminta penggunaan aset yang disita, pembiayaan umrah disebut dicari lewat investor.

"Sekitar Rp 1,3 triliun," kata Rusdianto saat dihubungi detikcom, Kamis (7/12/2017).

Rusdianto menyebut dana itu bisa diperoleh dari penjualan aset yang disita polisi termasuk dari investor dan vendor lama yang bekerja sama dengan First Travel. Namun Rusdianto menolak menyebutkan investor tersebut.



"Begini kalau terjadi keputusan pengesahan proposal perdamaian akan membuat perusahaan itu direstrukturisasi, dengan itu kami sudah ada investor. Tapi tentunya kami juga butuh semua aset itu untuk modal," sambungnya.

Rusdianto sebelumnya mengatakan pengembalian aset ini harus dilakukan cepat demi jemaah. Sebab kepastian aset terkait tindak pidana akan terlalu lama bila menunggu putusan berkekuatan hukum tetap (inkrah).

"Kalau dia (polisi) hanya ingin melihat ini dari sisi kaca mata kuda, hanya pada proses pemidanaannya, maka uang Rp 40 miliar akan tertahan. Untuk pro justitia ini dalam waktu 3-5 tahun dan disita oleh pihak kepolisian itu kan ada uang yang juga merupakan uang jemaah," kata dia.



Janji memberangkatkan calon jemaah umrah pernah disampaikan Andika saat rapat kreditur PKPU First Travel di PN Jakpus, Selasa (5/12). Andika saat itu mengaku bertanggung jawab melindungi kepentingan hukum para pendana pemberangkatan umrah calon jemaah.

Calon jemaah diminta Andika tidak perlu khawatir. Andika mengaku akan meminta seluruh aset yang disita polisi dijual demi membiayai keberangkatan umrah calon jemaah.


(fdn/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed