Guru dan Ortu yang Lapor ke Polisi karena Anak Dicubit Berdamai

Zulkipli Natsir - detikNews
Sabtu, 02 Des 2017 15:38 WIB
Guru Malayanti berdamai dengan orang tua murid yang melaporkan dirinya karena mencubit siswa/Foto: Zulkipli Natsir
Wajo - Guru Malayanti berdamai dengan orang tua murid yang melaporkan dirinya karena mencubit siswa. Perdamaian ini difasilitasi polisi dan anggota DPRD Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.

Guru Malayanti saat ditemui di kediamannya, Kelurahan Tanjung, Wajo, Sabtu (2/12/2017) mengaku lega dan bersyukur dengan kesepakatan damai yang dilakukan.

Bagi Malayanti kejadian ini menjadi cobaan bagi dirinya. Dia memetik hikmah agar hidup lebih baik. Namun ada hal yang menyisakan kerisauan Malayanti. Pada poin ketiga kesepakatan damai dan perjanjian, pihak pelapor yakni orang tua korban, Busriyadi akan menempuh proses hukum bila guru Malayanti mengulangi perbuatannya.

 Guru Malayanti berdamai dengan orang tua murid yang melaporkan dirinya karena mencubit siswa Guru Malayanti berdamai dengan orang tua murid yang melaporkan dirinya karena mencubit siswa Foto: Zulkipli Natsir


"Intinya di poin ke-3 ini, jika mencubit siswa sudah dianggap sebagai penganiayaan. Maka mungkin kami dan rekan guru yang lain sudah susah menjalankan peran sebagai pendidik," ujar Malayanti.

Perundingan damai yang menghasilkan perjanjian kedua belah pihak ini disepakati dalam pertemuan tertutup di ruang Wakapolres Wajo, Kamis (30/11) malam.

Malayanti ingin UU Perlindungan Anak juga menyesuaikan lingkungan sekolah. Dengan begitu para guru tetap bisa menjalankan tugas dan tanggungjawabnya.

Malayanti dilaporkan ke polisi karena mencubit siswa di SMA Negeri 3 Wajo saat kelas kewirausahaan pada 6 November. Saat penyampaian materi, seorang siswa bermain ponsel dan diingatkan Mala dengan mencubit lengan siswanya. (fdn/fdn)